Petani Tembakau Khawatir Hujan, DKPP Sumenep Imbau Perbaiki Drainase Lahan
- 08 Jun 2026 03:06 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Kekhawatiran terhadap dampak hujan pada tanaman tembakau disampaikan Gani, petani asal Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan. Ia mengaku telah mulai menanam tembakau dan khawatir curah hujan yang masih terjadi dapat mengganggu pertumbuhan bibit tembakau di lahannya. Selain itu, ia juga menanyakan ketersediaan bantuan bibit tembakau dari pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Rina Suryandari, menjelaskan bahwa tanaman tembakau yang masih berusia muda relatif aman apabila hujan tidak turun terlalu deras dan kondisi drainase lahan berfungsi dengan baik. Menurutnya, yang perlu diwaspadai adalah genangan air yang bertahan cukup lama di area pertanaman karena tembakau merupakan tanaman yang tidak menyukai kondisi terlalu basah.
“Kalau tembakau masih kecil dan hujannya tidak terlalu deras serta drainasenya bagus, insyaAllah aman. Yang penting jangan sampai air menggenang terlalu lama di lahan karena tembakau tidak terlalu suka air dan bisa layu,” ujarnya pada Program Halo RRI, Senin 8 Juni 2026.
Rina menambahkan, salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan petani adalah membuat bedengan lebih tinggi agar akar tanaman tidak terlalu banyak menyerap air hujan yang menggenang. Selain itu, petani diimbau segera mengalirkan air keluar dari areal pertanaman setelah hujan turun. Terkait bantuan bibit, DKPP Sumenep memastikan pemerintah masih menyalurkan bantuan bibit tembakau pada tahun 2026 yang tersebar di 20 titik di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....