SDN Bates Hidupkan Budaya Baca melalui Perpustakaan Ramah Anak Nasional

  • 05 Jun 2026 14:39 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID Sumenep – Membangun budaya membaca tidak cukup dilakukan di sekolah. Kesadaran itulah yang mendorong SDN Bates, Kecamatan Dasuk, melibatkan orang tua dalam penguatan literasi melalui Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional (PRAN) Gelombang III yang resmi dibuka pada Kamis, 4 Juni 2026.

Peresmian program dihadiri wali murid, komite sekolah, dewan guru, pemerintah desa, serta tim pendamping PRAN. Kegiatan berlangsung meriah dengan prosesi pelepasan burung merpati dan pengguntingan pita sebagai simbol dibukanya ruang belajar yang lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi siswa.

Kepala SDN Bates, Amzali, mengatakan bahwa keikutsertaan sekolah dalam program tersebut dilandasi keinginan untuk memperkuat budaya baca di lingkungan sekolah. Menurutnya, perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup dan dekat dengan keseharian anak-anak.

“Tujuan kami mengikuti program ini adalah untuk memperkuat budaya literasi di sekolah. Anak-anak perlu dibiasakan datang ke perpustakaan, membaca buku, dan menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari,” ujarnya, Jum'at 5 Juni 2026.

Amzali menegaskan bahwa keberhasilan gerakan membaca tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Dukungan keluarga, terutama orang tua, menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan membaca yang berkelanjutan.

Karena itu, ia mengajak para wali murid untuk ikut mendampingi anak saat membawa pulang buku bacaan dari perpustakaan. Pendampingan sederhana, seperti menemani membaca atau berdiskusi tentang isi buku, dinilai dapat membantu menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku.

“Peran orang tua sangat dibutuhkan. Anak-anak perlu didampingi agar waktu belajarnya tidak tergeser oleh penggunaan gawai yang berlebihan,” katanya.

Koordinator Lapangan Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional, Moh Syaiful Bahri, mengapresiasi komitmen SDN Bates yang telah menghadirkan program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi di sekolah.

Menurutnya, peresmian perpustakaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari proses panjang untuk menghidupkan budaya membaca di kalangan siswa.

“Perpustakaan yang ramah anak bukan hanya soal ruang yang nyaman, tetapi bagaimana ruang itu mampu membuat anak-anak senang membaca, belajar, dan menemukan pengalaman baru melalui buku,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program ini didukung oleh ketersediaan buku-buku bacaan bermutu yang telah didistribusikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ke berbagai sekolah di Indonesia sejak tahun 2022 dan 2024.

Kabupaten Sumenep menjadi salah satu daerah penerima manfaat program tersebut. Tercatat sebanyak 451 sekolah menerima bantuan buku bacaan bermutu, sementara 172 sekolah berhasil lolos dalam Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional Gelombang III.

“Kesempatan ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Buku-buku yang tersedia harus benar-benar digunakan untuk mendukung peningkatan minat baca dan kemampuan literasi peserta didik,” katanya.

Pendamping Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional, Irma Rustasari, turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Prosesi peresmian dilakukan secara simbolis oleh Kepala Desa Bates, Moh Zaini, bersama tim pendamping melalui pelepasan burung merpati dan pengguntingan pita.

Simbol tersebut menjadi harapan agar semangat membaca terus tumbuh dan menjangkau seluruh siswa. Melalui program ini, SDN Bates ingin menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat belajar yang mendorong lahirnya generasi pembelajar, kreatif, dan gemar membaca.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....