Inflasi Sumenep Berbalik Naik pada Mei 2026, Cabai dan Bawang Merah Menjadi Pemicu

  • 04 Jun 2026 21:53 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumenep mencatat inflasi sebesar 0,16 persen pada Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan perubahan tren setelah pada April 2026 daerah ini mengalami deflasi sebesar 0,40 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Hari Raya Iduladha menjadi faktor utama yang mendorong inflasi bulanan.

Menurutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil mencapai 0,16 persen. Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran turut memberikan andil sebesar 0,10 persen terhadap inflasi bulan Mei.

“Komoditas utama penyumbang inflasi bulanan adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng,” kata Handoyo saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) Inflasi Mei 2026. Kamis, 4 Juni 2026.

BPS mencatat harga cabai merah mengalami kenaikan hingga 45,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara cabai rawit naik 23,64 persen dan bawang merah meningkat 16,53 persen. Adapun minyak goreng juga mengalami kenaikan harga sebesar 5,63 persen.

Handoyo menjelaskan, meningkatnya harga komoditas pangan tersebut tidak lepas dari tingginya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha. Kondisi serupa kerap terjadi setiap memasuki momentum hari besar keagamaan nasional.

Selain komoditas pangan, beberapa produk jasa makanan juga ikut menyumbang inflasi, di antaranya minuman es, nasi dengan lauk, dan bakso siap santap.

Meski demikian, laju inflasi pada Mei 2026 masih tertahan oleh turunnya harga emas perhiasan yang mengalami deflasi sebesar 4,42 persen dengan andil menahan inflasi hingga 0,23 persen.

“Kalau tidak ada penurunan harga emas perhiasan, inflasi bulan Mei kemungkinan akan lebih tinggi,” ujarnya.

BPS menilai kondisi inflasi di Sumenep masih berada dalam kategori yang perlu diwaspadai, terutama menjelang puncak perayaan Iduladha yang berpotensi meningkatkan permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....