Bursa Kerja Khusus Dinilai Efektif Tekan Pengangguran Lulusan SMK di Sumenep

  • 28 Mei 2026 23:08 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Bursa Kerja Khusus (BKK) dinilai berperan besar dalam membantu penyerapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sumenep. Keberadaan BKK menjadi penghubung antara sekolah dengan dunia usaha dan industri, baik di dalam maupun luar daerah.

Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Bahri Arofah mengatakan, tingkat pengangguran lulusan SMK di Sumenep relatif kecil karena sebagian besar alumni telah terserap di dunia kerja maupun berwirausaha.

“Data yang kami terima menunjukkan sekitar 55 hingga 65 persen lulusan SMK sudah bekerja, kemudian 14 sampai 25 persen berwirausaha, dan sisanya melanjutkan kuliah. Yang belum bekerja hanya sekitar 2 sampai 7 persen,” katanya, Kamis 28 Mei 2026.

Menurut Bahri, minimnya dunia usaha dan industri di Kabupaten Sumenep membuat banyak lulusan SMK harus mencari pekerjaan di luar daerah. Meski demikian, BKK dinilai mampu mempermudah akses informasi lowongan kerja bagi alumni SMK.

Ia menjelaskan, seluruh SMK di Kabupaten Sumenep telah tergabung dalam jaringan BKK sehingga informasi peluang kerja dapat langsung diteruskan kepada para lulusan.

“Setiap ada informasi lowongan kerja, langsung disampaikan ke sekolah-sekolah agar alumni bisa segera menindaklanjuti,” ujarnya.

Bahri juga meluruskan anggapan bahwa SMK menjadi penyumbang pengangguran terbesar. Menurutnya, banyak lulusan SMK yang bekerja di sektor nonformal seperti wirausaha dan industri kreatif yang sering tidak tercatat secara administratif.

“Anak-anak sekarang banyak yang bergerak di usaha mandiri maupun konten kreatif dan itu juga menghasilkan secara finansial,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....