IPARI Sumenep Tanam 1.000 Bibit Alpukat Peringati Hari Lahir Ke-3
- 25 Mei 2026 10:27 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengawinkan ikhtiar spiritual dan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui gerakan "Gerak Batin Ekoteologi IPARI Sumenep untuk Bumi Indonesia".
Aksi ekologis dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-3 IPARI tersebut dipusatkan di Serambi Asta Syaikh Arif Ahmad (Buju' Pongkeng), Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Kegiatan diawali dengan gotong royong membersihkan sampah di kawasan cagar budaya tersebut.
Ketua PD IPARI Sumenep, Gus H. Moh. Halili menyampaikan bahwa peringatan harlah tahun ini ditandai dengan aksi penanaman 1.000 bibit alpukat unggulan yang terdiri dari varian Miki, Alligator, Red Vietnam, dan Markus.
"Penanaman ratusan batang alpukat kita lakukan secara simbolis di sekitar area Asta Buju' Pongkeng, sementara selebihnya akan disebar ke seluruh kecamatan se-Kabupaten Sumenep," katanya, Senin 25 Mei 2026.
Acara yang dibuka resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Kyai Abdul Wasid ini juga diisi dengan Tausyiah Ekoteologi oleh Inisiator Gerakan Taubat Ekologi, Gus Abdul Adim Yasin. Dalam tausyiahnya, ia mendorong adanya gerakan donasi sukarela sebesar Rp 10.000 bagi ASN di lingkungan Kemenag Sumenep setiap bulan untuk pembelian bibit pohon buah.
"Kegiatan menanam buah ini diharapkan tidak hanya berdampak ekologis bagi alam, tetapi juga berdampak ekonomis untuk mewujudkan ketahanan keluarga yang sakinah dan maslahat," ujarnya.
Selain aksi fisik, IPARI Sumenep juga menggelar istighosah ekoteologi yang dipimpin oleh Kiai Qumri Rohman. Usai acara, seluruh penyuluh agama membawa pulang bibit alpukat untuk ditanam secara serentak di wilayah tugas masing-masing.
Agenda ini turut dihadiri oleh tokoh organisasi Nahdlatul Ulama (NU), aktivis lingkungan, serta perwakilan Kementerian Pertanian, Saddam Susilo Kariya. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan dapat memicu gelombang gerakan pelestarian alam yang lebih masif di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....