Hari Tarwiyah dan Refleksi Kehidupan Umat Muslim

  • 25 Mei 2026 08:34 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Hari Tarwiyah yang jatuh pada 8 Dzulhijjah,momentum pengingat penting untuk memperbanyak ibadah dan memperkuat kedekatan kepada Allah SWT. Hari Tarwiyah memiliki makna mendalam dalam rangkaian ibadah haji. Pada hari tersebut jamaah haji mulai bergerak menuju Mina untuk mempersiapkan diri menjalani puncak ibadah di Arafah.

Makna membawa membawa bekal air bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, yakni bermakna simbolik dari istilah atau ajaran yang di syariatkan dimana secara internalisasi dalam kehidupan sehari-hari agar menjalankan kehidupan spiritualitas. Hal ini disampaikan Ustadz Faishal Rimzani, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, saat di Mutiara Pagi RRI, Senin, 25 Mei 2026.

“Membawa air bagi yang sedang berhaji adalah membawa bekal menuju Arofah. Sedang yang tidak berhaji, kita disini maknanya sebagai sumber kehidupan yang mengajarkan kepada kita bahwa hendaknya sebagai manusia dapat menjadi sumber kehidupan bagi makhluk-makhluk lain,” katanya menjelaskan

Menurut Faishal, memberi manfaat kepada makhluk lain bukan justru merasa dirinya menjadi makhluk yang superior yang pada akhirnya menguncilkan makhluk-makhluk Allah yang lain atau justru mengeksploitasinya bagaimana kondisi alam sosial kita yang sekarang sudah mulai gersang. Namun makna ini menadi introspeksi diri menuju kembali ke hadirat Allah SWT dengan Menjadikan diri sebagai manusia yang bermanfaat layaknya air.

Hakikat air dalam makna Tarwiyah menurut Faishal sebagai simbol penyucian. Tarwiyah menjadi momentum bersama untuk kembali menyucikan diri kita atas segala dosa dan kesalahan yang dilakukan, baik itu disemgaja maupun yang tidak disengaja. Sebagaimana air yang menjadi salah satu alat untuk bersyukur.

“Air itu juga melambangkan ketenangan, tapi sekaligus kekuatan. Menurunkan ego pribadi, melembutkan hati dengan tidak melupakan terhadap prinsip-prinsip moral yang harus dikokohkan keberadaannya, ini kitalakukan di hari Tarwiyah ini. Selain juga lakukan amalan-amalan sunnah seperti berpuasa, memperbanyak dzikir, doa, sholat-sholat sunnah lainnya,” ujarnya.

Faishal mengajak kepada seluruh ummat muslim untuk memanfaatkan momentum hari ini (Tarwiyah) dan momentum besok (Arofah) dengan memperbanyak amal ibadah, melakukan muhasalah sehingga dapat menjadi manusia yang siap atas panggilan yang Allah tentukan nanti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....