BPS Sumenep Soroti Pengangguran Lulusan SMK di tengah Rendahnya TPT
- 23 Mei 2026 08:33 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep menyoroti masih adanya pengangguran dari kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), meskipun tingkat pengangguran terbuka di daerah itu tergolong rendah.
Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengatakan lulusan SMK masih menjadi salah satu penyumbang pengangguran karena belum sepenuhnya terserap dunia kerja.
“Padahal konsep SMK itu dipersiapkan untuk siap kerja. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya kepada RRI, Jum'at 22 Mei 2026.
Menurut Handoyo, kondisi tersebut perlu dikaji lebih dalam, terutama terkait kesesuaian jurusan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja di Kabupaten Sumenep.
Ia menilai sinkronisasi antara dunia pendidikan dan sektor ketenagakerjaan menjadi langkah penting untuk mengurangi pengangguran lulusan sekolah kejuruan.
“Jangan sampai jurusan yang dibuka tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan di daerah,” katanya.
Selain itu, Handoyo menilai koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak pendidikan perlu diperkuat agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia usaha maupun industri.
Ia menambahkan, BPS hanya bertugas menyajikan data berdasarkan survei dan metodologi statistik nasional, sedangkan tindak lanjut kebijakan berada pada para pemangku kepentingan terkait.
“BPS menghadirkan data, sementara solusi kebijakan perlu dirumuskan bersama oleh stakeholder,” ujarnya.
Lebih lanjut, Handoyo berharap persoalan pengangguran tidak hanya dilihat dari besaran angka semata, tetapi juga kualitas pekerjaan dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang sudah bekerja.
“Yang juga perlu dipikirkan adalah apakah masyarakat yang bekerja itu sudah memiliki penghasilan yang layak,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....