Petani Garam Pinggirpapas Keluhkan Saluran Air Laut Dangkal
- 23 Mei 2026 08:32 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep -Petani garam di Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep mengeluhkan kondisi saluran air laut menuju area tambak garam yang dinilai semakin dangkal akibat belum adanya normalisasi selama bertahun-tahun.
Kepala Desa Pinggirpapas, Abdul Hayat mengatakan, kondisi tersebut berdampak terhadap kualitas air laut yang masuk ke lahan tambak karena bercampur lumpur dan mengurangi kadar garam.
“Sudah puluhan tahun belum ada normalisasi, sehingga aliran air dari laut ke anak sungai menjadi keruh dan bercampur lumpur,” ujarnya, Jum'at 22 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi saluran yang dangkal membuat kualitas air laut menurun sehingga memengaruhi proses produksi garam rakyat di wilayah setempat.
Ia menjelaskan, kejernihan air laut menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses penggaraman dan meningkatkan kualitas hasil produksi petani.
“Kalau airnya lebih jernih, kadar garamnya juga lebih baik dan proses pembuatan garam bisa lebih cepat,” katanya.
Abdul Hayat mengaku pihak desa dan petani garam selama ini telah berulang kali menyampaikan keluhan tersebut kepada pemerintah daerah. Namun hingga kini normalisasi saluran belum terealisasi karena keterbatasan anggaran.
“Setiap awal musim produksi kami selalu koordinasi, tetapi alasannya masih terkendala anggaran,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep dapat menjalin koordinasi dengan PT Garam untuk melakukan normalisasi saluran air laut menuju tambak garam rakyat. sebab keberadaan saluran primer tersebut juga memiliki peran penting bagi aktivitas produksi garam, termasuk kawasan milik PT Garam.
“Kami berharap ada perhatian serius agar saluran air ini segera dinormalisasi demi mendukung produksi garam petani,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....