Harga MinyaKita Melonjak, Pemkab Sumenep Turunkan Warung Inflasi ke Pasar

  • 21 Mei 2026 22:55 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kenaikan harga minyak goreng subsidi MinyaKita di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sumenep mulai dikeluhkan masyarakat. Harga yang semestinya berada di angka Rp15.700 per liter kini menembus Rp19 ribu hingga Rp21 ribu per liter.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat intervensi pasar lewat program Warung Inflasi bekerja sama dengan Bulog.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan program tersebut menjadi langkah cepat pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok.

“Melalui Warung Inflasi, masyarakat bisa memperoleh MinyaKita sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya,Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, pelaksanaan program melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Koperasi UMKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Tidak hanya dibuka di satu lokasi, Warung Inflasi juga disiapkan secara mobile agar distribusi minyak goreng murah menjangkau lebih banyak warga di wilayah kecamatan.

“Ada warung tetap di dekat kantor UPT Pasar Anom, ada juga layanan menggunakan mobil ke beberapa pasar,” katanya.

Selain penjualan langsung, pemerintah daerah juga menggencarkan operasi pasar untuk memastikan stok minyak goreng tetap aman serta menekan penjualan di atas harga eceran tertinggi.

Dadang menegaskan pengawasan akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Kami terus melakukan pemantauan agar harga minyak goreng tetap sesuai HET,” ucapnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....