Momentum Harkitnas, Anak Muda Diajak Kritis dan Aktif Dukung Program Pemerintah

  • 19 Mei 2026 16:24 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei dimaknai berbeda oleh kalangan muda saat ini. Jika dahulu perjuangan identik dengan perlawanan fisik dan gerakan politik, kini generasi muda diajak mengambil peran nyata melalui kontribusi sesuai bidang dan kemampuan masing-masing.

Ketua Santrinomic Nusantara, Zaynollah, mengatakan anak muda harus mampu menjadi kelompok yang kritis sekaligus aktif mendukung berbagai program pemerintah yang berdampak pada masyarakat.

Menurutnya, situasi ekonomi nasional seperti melemahnya nilai tukar rupiah dan fluktuasi harga emas harus menjadi perhatian generasi muda agar lebih siap merencanakan masa depan.

“Kita tidak hanya meratapi apa yang terjadi hari ini, tetapi juga harus mampu menangkap peluang dan menata hari-hari ke depan,” ujar Zaynollah, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menilai semangat nasionalisme generasi muda Indonesia sebenarnya sudah kuat. Namun, nilai tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Salah satunya dengan mengawal berbagai agenda pemerintah melalui kritik yang konstruktif. Menurut Zaynollah, anak muda tidak cukup hanya menyampaikan kritik, tetapi juga harus ikut terlibat dalam memberikan solusi.

“Sebagai anak muda kita wajib mengkritisi program pemerintah, tetapi kritik yang diberikan harus konstruktif. Tidak hanya mengkritisi, tapi juga ikut berbuat di dalamnya,” katanya.

Zaynollah mencontohkan sejumlah program pemerintah seperti KDMP, Komdes, hingga MBG yang menurutnya perlu dikawal bersama demi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, ia melihat program-program tersebut juga membuka peluang keterlibatan anak muda dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat dari hulu hingga hilir.

Melalui Santrinomic Nusantara, pihaknya kini fokus mendorong kebangkitan kesadaran ekonomi di kalangan santri dan generasi muda agar lebih peka terhadap persoalan sosial dan ekonomi di lingkungan sekitar.

“Kalau dulu era perjuangan berbeda, maka hari ini perjuangannya adalah bagaimana kita ikut menata bangsa melalui bidang masing-masing,” katanya tegas.

Zaynollah juga mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai kompetensi yang dimiliki, baik di bidang hukum, ekonomi, olahraga maupun sektor lainnya.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Karena itu, sinkronisasi antara program pemerintah dan gerakan masyarakat sipil perlu terus diperkuat.

Zaynollah menambahkan, saat ini mulai banyak anak muda di daerah yang tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi mulai bergerak dan berkontribusi di tengah masyarakat.

“Tujuan negara dan pemerintahan untuk kesejahteraan rakyat akan terwujud jika ada partisipasi masyarakat dan kesiapan pemerintah dari daerah hingga pusat,” ucap Zaynollah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....