Siswa SMAN 2 Sumenep Raih Prestasi di Pidato Bahasa Madura

  • 18 Mei 2026 19:13 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Prestasi pelajar Kabupaten Sumenep dalam bidang pelestarian budaya daerah kembali ditorehkan melalui ajang Lomba Pidato Bahasa Madura Tahun 2026. Dua siswi asal SMA Negeri 2 Sumenep, Rani Mengga Pratiwi dan Ayesha Ulfa Linnisa, berhasil meraih penghargaan dalam perlombaan yang digelar dalam rangka Hari Pendidikan Nasional.

Rani Mengga Pratiwi berhasil meraih Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Madura Tahun 2026 dalam rangka Hari Pendidikan Nasional. Sementara itu, Ayesha Ulfa Linnisa meraih Juara Harapan 2 pada ajang yang sama.

Keduanya mengaku kecintaan terhadap Bahasa Madura tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Mereka aktif mengikuti berbagai perlombaan berbahasa Madura yang didukung oleh lingkungan sekolah dan guru.

“Kebetulan sejak SD kami memang aktif untuk melestarikan Bahasa Madura. Ditambah lagi saat di SMP 3 Sumenep, kualitas gurunya sangat bagus dan sering mengikutsertakan siswa dalam lomba-lomba berbahasa Madura. Dari situ rasa cinta terhadap Bahasa Madura semakin tumbuh,” ujar Ayesha, Senin, 18 Mei 2026.

Rani mengungkapkan dirinya mulai mengikuti lomba dongeng Bahasa Madura sejak kelas 7 SMP hingga kelas 9. Sementara itu, Ayesha mengatakan dirinya juga memulai perjalanan prestasi dari cabang lomba dongeng dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di kelas 7 SMP.

“Saya awalnya ikut dongeng juga di FTBI. Kemudian saat kelas 9 mulai beralih ke lomba carakan. Alhamdulillah pernah meraih juara favorit lomba dongeng di SMA Negeri 1 Bluto dan juara 3 tingkat kabupaten untuk cabang carakan,” ujar Ayesha.

Lebih lanjut, Ayesha menegaskan pelestarian Bahasa Madura tidak harus dilakukan melalui kompetisi atau kemampuan menguasai carakan secara mendalam. Menurutnya, penggunaan Bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan bentuk pelestarian budaya.

“Melestarikan Bahasa Madura tidak harus selalu ikut lomba atau membaca banyak tulisan carakan. Dengan percaya diri menggunakan Bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari, itu juga sudah menjadi upaya melestarikan bahasa daerah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan sekolah terhadap pelestarian budaya lokal. SMA Negeri 2 Sumenep, tempat mereka menempuh pendidikan, memiliki program “Jumat Berbahasa Madura” sebagai sarana membiasakan siswa menggunakan bahasa daerah di lingkungan sekolah.

Program tersebut dinilai menjadi langkah positif untuk menjaga eksistensi Bahasa Madura di tengah perkembangan zaman dan arus penggunaan bahasa asing di kalangan generasi muda.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....