Profesi yang Baik Menurut Islam: Bukan Soal Jabatan, tapi Kehalalan dan Manfaat

  • 16 Mei 2026 07:37 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID,Sumenep : Dalam Islam, setiap pekerjaan yang dilakukan secara halal, jujur, dan memberi manfaat bagi orang lain memiliki kedudukan mulia. Tidak ada satu profesi tertentu yang dianggap paling tinggi secara mutlak, karena yang dinilai adalah keikhlasan, cara bekerja, serta dampaknya bagi masyarakat. Rasulullah ﷺ sendiri menegaskan bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah jika dilakukan dengan cara yang benar. Salah satu profesi yang sangat dihargai dalam Islam adalah pekerjaan yang dilakukan dengan tangan sendiri.

Rasulullah bersabda:

“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangannya sendiri.”

(HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa kerja keras, seperti bertani, berdagang, atau bekerja secara mandiri, memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah SWT.

Selain itu, profesi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat juga mendapat kedudukan istimewa. Dalam ajaran Islam, seseorang yang menanam kebaikan dan memberi manfaat kepada makhluk lain akan mendapatkan pahala berkelanjutan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu hasilnya dimakan oleh manusia, hewan, atau burung, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut Hamidi Penyuluh Agaman Islam Kemenag Sumenep dalam dialog bersama RRI Sabtu 16 Mei 2026, hadis ini menunjukkan bahwa profesi seperti petani, penghijauan, dan pengelolaan lingkungan memiliki nilai ibadah karena memberi manfaat langsung bagi kehidupan, "yang paling baik adalah pekerjaan yang bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain serta ekosistem alam", ujarnya.

Dalam bidang lain, Islam juga memuliakan profesi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Guru, dosen, dan pendidik memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berilmu. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

(HR. Bukhari)

Selain itu, pekerjaan yang membantu dan memudahkan urusan orang lain juga sangat dianjurkan. Rasulullah bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

(HR. Ahmad)

Dari berbagai dalil tersebut, dapat disimpulkan bahwa profesi terbaik dalam Islam bukan ditentukan oleh status atau popularitas, melainkan oleh kejujuran, manfaat, dan niat yang lurus karena Allah SWT. Dengan demikian, setiap pekerjaan—baik petani, pedagang, guru, dokter, maupun pekerja lainnya—dapat menjadi amal ibadah jika dilakukan dengan cara yang benar dan membawa kebaikan bagi sesama.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....