Masjudi: Kakak Harus Jadi Teladan
- 14 Mei 2026 21:35 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Koordinator Media LKK PCNU Sumenep, Masjudi, menilai hubungan kakak dan adik idealnya dibangun sebagai support system dalam keluarga, bukan sekadar kompetitor. Namun, ia mengakui persaingan antarsaudara atau sibling rivalry kerap terjadi akibat pola asuh dan perlakuan yang tidak seimbang.
Hal tersebut disampaikan Masjudi dalam dialog interaktif bertema “Kakak-Adik: Support System atau Kompetitor?” yang membahas hubungan keluarga dan pola komunikasi antarsaudara.
Menurutnya, salah satu penyebab utama munculnya persaingan antara kakak dan adik adalah kebiasaan orang tua membanding-bandingkan anak, baik dari sisi prestasi, sikap, maupun karakter.
“Sering adanya membanding-bandingkan dari kedua orang tua terkait prestasi, sikap, sifat, dan hal-hal lain antara kakak dan adik. Maka yang perlu diantisipasi adalah stop membanding-bandingkan,” ujar Masjudi, Kamis, 14 Mei 2026
Ia menjelaskan setiap anak memiliki proses tumbuh kembang dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, orang tua perlu memahami karakter masing-masing anak agar hubungan dalam keluarga tetap harmonis.
Selain faktor perbandingan, Masjudi juga menyoroti pengaruh jarak usia yang dekat dan pola perlakuan berbeda terhadap anak dalam keluarga. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu gesekan apabila tidak disertai komunikasi yang baik.
Meski demikian, ia menilai persaingan antarsaudara tetap diperlukan selama berada dalam konteks positif, seperti memotivasi diri untuk berprestasi dan membanggakan orang tua.
“Kalau dalam hal positif tentu harus. Kakak harus mampu menjadi support bagaimana adiknya juga berprestasi, sehingga daya saing antara kakak dan adik itu untuk membanggakan kedua orang tua,” katanya.
Masjudi juga menekankan pentingnya peran kakak sebagai teladan dalam keluarga. Ia menyebut seorang kakak tidak cukup hanya menjadi tempat curhat, tetapi juga harus berfungsi sebagai “orang tua ketiga” bagi adik-adiknya.
“Kalau saya mendefinisikan seorang kakak, itu harus menjadi orang tua ketiga. Tidak hanya menjadi teman cerita, tetapi ikut mendidik dan mengarahkan adiknya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Masjudi menilai pola asuh orang tua menjadi faktor utama dalam membentuk hubungan kakak-adik yang sehat. Ia menyebut pendidikan keluarga sejak anak pertama akan berpengaruh terhadap perkembangan anak-anak berikutnya.
“Kalau anak pertama sudah mampu dididik dengan baik, maka insya Allah anak kedua dan seterusnya juga akan berkembang dengan baik,” ucapnya.
Ia berharap keluarga mampu membangun komunikasi terbuka dan saling menghargai agar hubungan antarsaudara tidak berubah menjadi persaingan yang negatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....