Hama Keong Serang Sawah, Petani Diminta Lakukan Ini
- 12 Mei 2026 17:09 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep — Serangan hama keong kembali dikeluhkan petani di Kabupaten Sumenep. Aduan tersebut disampaikan Yono, petani di wilayah Patian, melalui program interaktif Halo RRI, yang menyoroti maraknya keong yang merusak tanaman padi, terutama saat kondisi sawah tergenang air.
Menanggapi hal itu, Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Kota UPT Proteksi Tanaman Pangan Hortikultura Jawa Timur, Afif Sultoni, menjelaskan bahwa hama keong memang kerap muncul di lahan persawahan dengan genangan air tinggi.
“Permasalahan keong ini memang banyak terjadi di lahan sawah yang tergenang, karena habitatnya memang di air. Jadi sangat dirasakan petani yang kondisi sawahnya berair cukup dalam,” katanya.
Afif menyebutkan, langkah pengendalian pertama yang bisa dilakukan petani adalah secara manual dengan memungut keong dan telur-telurnya dari area persawahan.
“Cara paling sederhana adalah pemungutan manual, baik keong maupun telur-telurnya. Ini bisa dilakukan langsung oleh petani,” ujarnya.
Jika cara tersebut belum efektif, petani dapat memanfaatkan perangkap alami dengan menggunakan bahan yang mudah ditemukan di sekitar.
“Bisa menggunakan daun yang disukai keong seperti daun pepaya, pisang, atau talas. Diletakkan di area sawah yang tergenang atau dibuatkan parit di pinggir sawah agar keong berkumpul di situ,” katanya.
Menurutnya, keong cenderung mencari area yang memiliki genangan air lebih tinggi, sehingga pengaturan kondisi air juga menjadi faktor penting dalam pengendalian.
“Semakin tinggi genangan air, semakin besar risiko keong berkembang. Jadi pengelolaan air juga perlu diperhatikan,” katanya.
Selain itu, petani juga disarankan mengatur umur persemaian padi sebelum dipindah tanam, khususnya di daerah rawan keong.
“Kalau biasanya 3 minggu, bisa ditambah menjadi 3 sampai 4 minggu agar tanaman lebih kuat saat dipindah. Ini bisa membantu mengurangi risiko serangan,” ucap Afif.
Namun, jika berbagai upaya tersebut belum mampu mengendalikan serangan, penggunaan pestisida dapat menjadi alternatif terakhir.
“Kalau semua cara sudah dilakukan tapi masih ada serangan, mau tidak mau bisa menggunakan pestisida sebagai langkah terakhir,” katanya.
Dengan langkah pengendalian terpadu tersebut, diharapkan petani mampu meminimalisir dampak serangan hama keong dan menjaga produktivitas tanaman padi di tengah kondisi lahan yang menantang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....