Tiga Varietas Kacang Hijau Sumenep Berpotensi Nasional

  • 12 Mei 2026 14:21 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep — Potensi komoditas kacang hijau lokal Kabupaten Sumenep mendapat perhatian serius dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal ini terungkap dalam kunjungan BPPSDMP Kementerian Pertanian bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep ke kantor BRIN di Purwodadi, dalam rangka pemaparan hasil penelitian varietas unggul lokal.

Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih mengatakan, pihaknya diundang secara khusus oleh BRIN untuk menerima penjelasan terkait hasil riset terhadap sampel kacang hijau asal Sumenep.

“Kami diundang oleh BRIN untuk menerima penjelasan tentang potensi komoditas kacang hijau yang merupakan varietas unggul lokal di Kabupaten Sumenep,” ujar Dewo, Selasa 12 Mei 2026

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya pihaknya telah mengirimkan tiga jenis sampel kacang hijau dengan karakteristik berbeda. Ketiganya berasal dari wilayah yang berbeda, yakni Kecamatan Saronggi dengan warna hijau kusam, Bluto dengan biji mengkilap, serta Ambunten dengan warna kekuningan.

“Setelah diteliti dan dikarakterisasi oleh BRIN, ketiga kacang hijau ini memiliki perbedaan dan belum ada di Indonesia. Ini merupakan kekayaan hayati yang dimiliki Kabupaten Sumenep pada komoditas tanaman,” ujarnya mengungkapkan.

Menurut Dewo, hasil penelitian BRIN menunjukkan keunikan signifikan, terutama pada kacang hijau berwarna kekuningan yang disebut belum pernah ditemukan di wilayah lain di Indonesia.

“Khususnya kacang hijau yang kekuningan, ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang memiliki karakter biji kekuningan,” ujarnya menegaskan.

Lebih lanjut, Dewo menyebutkan, jika varietas tersebut berhasil didaftarkan melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kementerian Pertanian, maka akan menjadi varietas unggul nasional dengan ciri khas tersendiri.

“Jika nanti varietas ini didaftarkan, ini akan menjadi satu-satunya varietas di Indonesia yang memiliki keunikan tersebut,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, Sumenep sebenarnya memiliki sejarah panjang dalam pengembangan kacang hijau nasional. Salah satu varietas unggul yang pernah diakui secara nasional adalah “Arta Hijau”, yang berasal dari Bahasa Madura “Artak” yang berarti kacang.

“Varietas kacang hijau yang diakui secara nasional itu berasal dari Sumenep sejak tahun 1954, yakni Arta Hijau. Namun seiring waktu varietas ini mulai hilang,” ucapnya menjelaskan.

Dengan munculnya tiga varietas baru hasil identifikasi BRIN, Dewo optimistis Sumenep kembali memiliki peluang besar untuk menghadirkan varietas unggul nasional baru. Saat ini, proses penamaan dan pendaftaran varietas masih terus dilakukan.

“Sekarang kita masih proses pemberian nama, nanti kita daftarkan ke pusat perlindungan varietas komoditas pertanian di Kementerian Pertanian,” ucapnya memaparkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....