Wabup Sumenep Soroti Minimnya Generasi Penerus Seni Tradisional Jaran Serek
- 10 Mei 2026 12:36 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim menyoroti semakin berkurangnya generasi muda yang meneruskan kesenian tradisional daerah, khususnya Jaran Serek, saat membuka Festival Jaran Serek 2026, Minggu, 10 Mei 2026
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam upaya menjaga kelestarian budaya khas Kabupaten Sumenep di tengah perkembangan zaman dan modernisasi.“
Salah satu tantangan pelestarian budaya adalah masalah generasi penerus budaya. Semakin lama semakin berkurang generasi yang dapat melanjutkan budaya kita,” ujar Imam Hasyim.
Ia menegaskan, budaya daerah akan terancam punah apabila tidak ada generasi penerus yang menjaga dan mengembangkan kesenian tradisional tersebut.
“Budaya dimanapun akan punah jika tidak ada yang melanjutkan,” katanya.
Festival Jaran Serek sendiri merupakan bagian dari rangkaian Sumenep Calendar of Event 2026. Kegiatan itu digelar sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus memperkenalkan kesenian khas Sumenep kepada masyarakat luas.
Jaran Serek merupakan pertunjukan tradisional yang menampilkan perpaduan antara kuda dan pawang dengan gerakan khas mengikuti irama musik saronen.
Imam Hasyim mengatakan, kesenian tersebut memiliki nilai budaya dan identitas daerah yang harus terus dijaga bersama oleh pemerintah, masyarakat, dan generasi muda.
Karena itu, ia mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi budaya agar Jaran Serek semakin dikenal di luar daerah.
“Menjadi tugas generasi muda untuk terus melestarikan dan mempromosikan budaya ini melalui berbagai cara, salah satunya media sosial,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong para pelaku seni untuk terus menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam pertunjukan tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya.
“Festival Jaran Serekharus mampu menampilkan kreasi yang lebih atraktif dan kreatif sehingga lebih nyaman disaksikan masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai kesenian Jaran Serek tidak kalah menarik dibanding sapi sonok maupun kerapan sapi yang selama ini lebih populer sebagai ikon budaya Madura.
“Jaran Serekmemang kalah tenar, tetapi kesenian ini juga tidak kalah menariknya,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....