BPS Sumenep mencatat IKG tahun 2025 mengalami penurunan menjadi 0,477

  • 09 Mei 2026 21:04 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2025 mengalami penurunan menjadi 0,477. Angka tersebut turun 0,072 poin dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 0,549.

Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo mengatakan, penurunan IKG menunjukkan kondisi kesetaraan gender di Kabupaten Sumenep semakin membaik. Bahkan capaian tersebut menempatkan Sumenep sebagai daerah dengan tingkat ketimpangan gender terendah di Madura.

“Secara umum terdapat dua dimensi yang mengalami perbaikan, yaitu dimensi kesehatan reproduksi dan pasar tenaga kerja,” kata Handoyo, Sabtu 9 Mei 2026.

Menurutnya, salah satu indikator yang mengalami perbaikan signifikan yakni menurunnya jumlah perempuan usia 15 hingga 49 tahun yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan. Pada tahun 2025, indikator tersebut turun menjadi 0,056 dari sebelumnya 0,158.

“Artinya jumlah perempuan yang melahirkan bukan di fasilitas kesehatan semakin berkurang, sehingga keselamatan ibu dan anak lebih terjamin,” ujarnya.

Meski demikian, BPS masih menyoroti tingginya angka perempuan yang melahirkan anak pertama di usia kurang dari 20 tahun. Kondisi itu dinilai berkaitan erat dengan masih terjadinya pernikahan dini di tengah masyarakat.

“Hal ini perlu mendapat perhatian khusus karena dapat menghambat kesetaraan gender di bidang lainnya,” katanya.

Ia menjelaskan, dampak pernikahan dini juga berpengaruh terhadap rendahnya pendidikan perempuan dan keterwakilan perempuan di legislatif.

Berdasarkan data BPS, persentase perempuan usia 25 tahun ke atas dengan pendidikan minimal SMA baru mencapai 20,65 persen. Angka tersebut masih di bawah laki-laki yang mencapai 31,36 persen.

Sementara keterwakilan perempuan di DPRD Sumenep hingga 2025 masih berada di angka delapan persen atau didominasi anggota legislatif laki-laki sebesar 92 persen.

Di sisi lain, partisipasi perempuan di dunia kerja mengalami peningkatan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan tercatat naik menjadi 72,94 persen pada 2025 atau meningkat 3,12 persen poin dibanding tahun sebelumnya.

“Peningkatan TPAK perempuan yang semakin mendekati laki-laki menunjukkan adanya perbaikan kesetaraan dalam kesempatan kerja,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....