Rice Transplanter Bantu Percepatan Tanam dan Tekan Biaya Petani Pangarangan

  • 08 Mei 2026 11:53 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis rice transplanter mulai dioptimalkan di Kabupaten Sumenep untuk mempercepat masa tanam sekaligus mengantisipasi potensi musim kering panjang akibat El Nino. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Brigade Alsintan di Kelompok Tani Sumber Baru, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep. Penggunaan teknologi tanam modern ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya produksi petani. Ketua Kelompok Tani Sumber Baru, Sunarto Wiyono, mengatakan bahwa penggunaan rice transplanter sangat membantu proses tanam yang sebelumnya dilakukan secara manual.

“Pemanfaatan teknologi pertanian ini diharapkan mampu menjaga percepatan tanam dan produktivitas padi di tengah potensi musim kering panjang,” ujarnya, Jum'at, 8 Mei 2026

Penggunaan Mesin rice transplanter di Sawah.

Ia menjelaskan, jika metode manual membutuhkan tiga orang tenaga kerja dengan biaya sekitar Rp225 ribu, maka dengan rice transplanter petani hanya mengeluarkan sekitar Rp50 ribu ditambah biaya bahan bakar.

Selain lebih cepat, penggunaan alat ini juga dinilai lebih efisien dan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kota Sumenep, Bela, menyampaikan bahwa pemanfaatan alsintan tersebut telah berlangsung selama dua musim tanam di Desa Pangarangan sebagai bagian dari demonstrasi mekanisasi pertanian.

Menurutnya, penggunaan rice transplanter menjadi solusi efektif, khususnya bagi petani di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan waktu dan tenaga.

“Proses penanaman menjadi lebih cepat, praktis, dan seragam, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas tanaman,” katanya.

Namun demikian, saat ini pemanfaatan alat tersebut masih terbatas di Desa Pangarangan. Ke depan, diharapkan penggunaan rice transplanter dapat diperluas ke desa-desa lain agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh petani.

Optimalisasi alsintan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman El Nino.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....