Warga Keluhkan Air PDAM di Program Halo RRI, PDAM Sampang Beri Penjelasan

  • 07 Mei 2026 16:51 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sampang — Keluhan terkait kualitas air PDAM disampaikan warga dalam program interaktif Halo RRI. Seorang warga bernama Umi Toyyinah, asal Jalan Keramat, mengadukan air PDAM di rumahnya berbau dan asin sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Dalam laporannya, Umi Toinah mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Meski demikian, dirinya tetap membayar tagihan PDAM setiap bulan.

“Saya mau melapor, air di rumah saya tidak dipakai karena bau dan asin. Sudah lama, tapi saya tetap bayar tiap bulan. Saya minta solusinya,” ujarnya dalam program Halo RRI.

Menanggapi aduan tersebut, Kepala Bidang Hubungan Langganan PDAM Sampang, Maruf, membenarkan bahwa pelayanan air di wilayah sektor selatan yang disuplai dari sumur bor memang belum layak konsumsi.

Menurutnya, air tersebut hanya layak digunakan untuk kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus). Kondisi itu, kata dia, telah disepakati bersama dalam rapat yang digelar di Aula Pemkab Sampang dan dihadiri RT/RW terdampak, pihak kecamatan, kepolisian, hingga perwakilan pemerintah daerah.

“Memang tidak layak konsumsi, tetapi layak untuk MCK. Itu sudah menjadi kesepakatan bersama,” katanya.

PDAM Sampang juga menerapkan kebijakan pembayaran minimum bagi pelanggan terdampak. Pelanggan hanya dikenakan tarif pemakaian minimum sebesar 10 meter kubik setiap bulan, meski penggunaan melebihi batas tersebut.

Selain itu, pelanggan yang merasa keberatan tetap berlangganan dipersilakan mengajukan penutupan sementara sambungan tanpa dikenakan biaya. Pembukaan kembali sambungan juga tidak dipungut biaya, dengan syarat pelanggan tidak memiliki tunggakan.

“Kami mohon maaf atas pelayanan yang kurang maksimal,” ujar Maruf.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....