Disbudporapar Sumenep Genjot Pendataan Cagar Budaya, Baru Delapan Objek Tercatat
- 05 Mei 2026 22:01 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep terus mendorong percepatan pendataan cagar budaya, menyusul masih terbatasnya jumlah objek yang telah memiliki status resmi.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini baru terdapat delapan cagar budaya yang tercatat oleh pemerintah daerah. Jumlah tersebut dinilai belum mencerminkan potensi warisan sejarah yang ada di Sumenep.
“Baru delapan yang tercatat, padahal potensi cagar budaya di Sumenep ini cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah,” ujarnya. Selasa 5 Mei 2026.
Ia menyebutkan, beberapa objek yang telah tercatat di antaranya Keraton Sumenep, Masjid Jamik, Asta Tinggi, Kota Tua Kalianget, Benteng Kalimo’ok, serta Asta Pangeran Lor.
Menurut Faruk, keterbatasan data ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pelestarian, karena objek yang belum teridentifikasi berpotensi tidak mendapatkan perlindungan yang memadai.
Oleh karena itu, pihaknya menyambut kehadiran Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi dan kajian terhadap objek-objek bersejarah.
“Dengan adanya TACB, kami optimistis proses pendataan dan penetapan bisa lebih cepat dan terarah,” katanya.
Selain pendataan, Disbudporapar juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar ikut melaporkan dan menjaga potensi cagar budaya di lingkungannya.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk membantu pemerintah dalam menginventarisasi warisan sejarah yang belum terdokumentasi.
“Kami berharap masyarakat juga aktif memberikan informasi jika ada objek yang memiliki nilai sejarah, sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dengan langkah tersebut, Disbudporapar menargetkan jumlah cagar budaya yang terdata di Sumenep dapat terus bertambah, sekaligus memperkuat upaya pelestarian sebagai bagian dari identitas daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....