SDN Pajagalan II Luncurkan Perpustakaan Ramah Anak, Dorong Budaya Baca sejak Dini
- 05 Mei 2026 20:15 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - SDN Pajagalan II Sumenep resmi meluncurkan program Perpustakaan Ramah Anak Nasional sebagai upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah dasar. Program ini diharapkan menjadi ruang tumbuhnya minat baca siswa sejak usia dini, bukan sekadar fasilitas pelengkap sekolah.
Peresmian yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diwarnai dengan berbagai penampilan siswa, mulai dari lagu anak, dongeng, hingga pertunjukan hadrah. Suasana meriah itu sekaligus menjadi penanda dimulainya penguatan konsep literasi berbasis anak di sekolah tersebut.
Kepala SDN Pajagalan II, Hudi Susila, mengatakan program ini merupakan amanah yang diberikan kepada sekolah untuk mengembangkan perpustakaan yang lebih inklusif dan ramah anak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung gerakan literasi.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk membangun budaya membaca di sekolah,” ujar Hudi Susila.
Menurutnya, pengembangan perpustakaan tidak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Dinas Perpustakaan Daerah, komite sekolah, paguyuban wali murid, serta para guru yang turut menyumbangkan koleksi buku.
Dukungan juga datang dari BPRS Bhakti Sumekar Sumenep yang memberikan bantuan sarana dan buku senilai Rp5 juta. Bantuan tersebut menambah koleksi bacaan di perpustakaan sekolah yang diberi nama Taman Maca Asre Pajadu.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menilai kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini dengan pendekatan yang menyenangkan.
“Anak-anak perlu dibiasakan membaca buku sejak kecil. Cara ini berbeda dengan membaca di gawai, karena buku lebih membantu daya ingat dan imajinasi,” katanya.
Ia juga berbagi pengalaman masa kecilnya yang dekat dengan cerita dongeng, yang menurutnya masih membekas hingga kini dan membentuk cara berpikir.
Peluncuran perpustakaan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi langkah awal memperkuat ekosistem literasi di lingkungan sekolah dasar, khususnya di Kabupaten Sumenep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....