Dewan Pendidikan Sumenep Soroti Peran Orang Tua dan Tantangan Digital

  • 04 Mei 2026 12:46 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep, - Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep menilai tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berasal dari internal sekolah, tetapi juga dari lingkungan keluarga dan perkembangan teknologi digital.

Anggota Dewan Pendidikan Sumenep, Mulyadi, menyampaikan bahwa peran orang tua sebagai pendidik pertama (madrasatul ula) masih belum optimal, khususnya dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak.

“Literasi digital orang tua masih minim. Banyak anak menggunakan gawai tanpa pengawasan, sementara orang tua menganggap itu hal yang biasa,” ujarnya. Senin, 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kecanduan gawai, akses ke konten tidak layak, hingga risiko terpapar pinjaman online (pinjol).

Menurut Mulyadi, meskipun sekolah telah menerapkan pembatasan penggunaan ponsel, pengawasan di rumah tetap menjadi kunci utama.

“Di sekolah bisa dikontrol, tapi di rumah siapa yang mengawasi? Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti perubahan sumber pengaruh terhadap generasi muda. Jika sebelumnya guru dan orang tua menjadi rujukan utama, kini peran tersebut mulai tergeser oleh media sosial dan influencer.

“Kita harus sadar bahwa sekarang ada pengaruh besar dari luar. Ini tantangan baru yang harus dihadapi bersama,” ujarnya.

Mulyadi berharap momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dapat menjadi refleksi bersama bagi semua pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat, untuk meningkatkan kolaborasi dalam mendukung pendidikan yang lebih baik.

Ia menegaskan bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah harus diiringi dengan implementasi nyata di lapangan, termasuk sosialisasi yang masif kepada masyarakat.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Tidak cukup hanya regulasi, tapi juga aksi nyata dari semua pihak,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....