Selametan Kocor, Tradisi Syukur Anak Mirip Ayah di Madura

  • 03 Mei 2026 10:23 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep : Di tengah kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini, masyarakat Madura memiliki beragam tradisi unik yang sarat makna. Salah satunya adalah tradisi selametan kocor, sebuah ritual sederhana yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur ketika seorang anak laki-laki memiliki kemiripan wajah dengan ayahnya.

Tradisi ini biasanya digelar secara kekeluargaan dengan menghadirkan kerabat dekat dan tetangga sekitar. Selametan kocor bukan sekadar perayaan biasa, melainkan simbol harapan agar sang anak kelak dapat mewarisi kebaikan, tanggung jawab, serta sifat-sifat terpuji dari sang ayah.

Dalam pelaksanaannya, keluarga akan menyiapkan hidangan sederhana seperti nasi, lauk-pauk, serta jajanan tradisional. Salah satu ciri khas dari tradisi ini adalah prosesi “kocor” atau menyiramkan air kepada anak sebagai simbol doa dan penyucian. Air yang digunakan biasanya sudah didoakan sebelumnya oleh tokoh agama atau orang yang dituakan di lingkungan tersebut.

Selain sebagai bentuk rasa syukur, selametan kocor juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Momen berkumpul ini dimanfaatkan untuk saling mendoakan dan memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Meski zaman terus berkembang, tradisi ini masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat Madura, terutama di wilayah pedesaan. Bagi mereka, menjaga tradisi bukan hanya tentang melestarikan budaya, tetapi juga merawat nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dengan segala kesederhanaannya, selametan kocor menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki makna mendalam yang patut dijaga dan dilestarikan di tengah arus modernisasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....