Waspada berbuat Dosa saat berlalu lintas
- 02 Mei 2026 07:55 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Rasulullah SAW telah mencontohkan kepada kita nilai-nilai kebaikan dan keluhuran dunia akhirat. Oleh karena itu, agama Islam menjunjung tinggi akhlaqul karimah yang mencakup etika di dalamnya. Bukan hanya etika individu tetapi juga secara kolektif.
Berbicara soal etika, bukan hanya etika saat berada di rumah di tempat kerja dan lain sebagainya, etika ketika berkomunikasi dengan orang lain, namun juga etika dalam berkendara di jalan raya. Hal tersebut disampaikan Ustad Izzul Muttaqin, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Sumenep.
Menurut Ustad Izzul, Islam bukan hanya sebagai sebuah agama, namun kedatangannya membawa kemaslahatan bagi seluruh makhluk dan alam. Kemaslahatan tersebut bukan hanya mencakup kebaikan di dunia namun juga di akhirat kelak. Maka setiap perilaku yang mencederai terhadap konsep rahmatan lil alamin tidak dibenarkan di dalam Islam. Sebab aturan yang ada di dalam agama Islam sangat berpihak pada nila-nilai kemanusiaan.
Ustad Izzul menjelaskan terdapat 5 aturan dasar dalam prinsip syariat Islam antara lain, memelihara agama, jiwa, akal, harta serta memelihara generasi dan keturunan kita. Maka setiap tindakan atau perilaku yang mencederai 5 prinsip dasar tersebut tidak dibenarkan dalam Islam. Termasuk di dalamnya saat kita berkendara di jalan, setiap pengemudi yang tidak memperdulikan keselamatan diri dan orang lain, sangat bertentangan dengan konsep dasar di dalam prinsip Islam yang rahmatan lil alamin.
“Terkadang kita tidak menyadari bahwa telah melakukan dosa di jalan raya. Siapa yang sering sein kanan tapi belok ke kiri? Atau sengaja buka jendela mobil dan membuang tissu atau bungkus snack di jalan? Hal kecil seperti itu memang tidak mencederai orang lain tetapi justru mencederai lingkungan dan itu termasuk perbuatan dzolim.” Kata Ustad Izzul.
Ia melanjutkan, mungkin kita merasa semua hal itu bukan termasuk dosa besar, namun perlu diingat bahwa jangan pernah meremehkan dosa-dosa kecil sebab terkadang murka Allah SWT akan turun di dalamnya.
Saat lampu merah kita terobos tanpa rasa bersalah, saat kebut-kebutan hingga mengganggu kenyamanan pengendara lain, atau bahkan sampai lalai dalam berkendara hingga menyebabkan kecelakaan di jalan raya, naudzubillah, maka tanpa disadari kita telah melakukan dosa berlalu lintas.
Ustad Izzul berpesan, bahwa segala sesuatu yang mendatangkan kemaslahatan merupakan bentuk penghambaan dan peribadatan kepada Allah SWT serta berpahala. Termasuk saat kita mematuhi aturan berkendara di jalan raya demi menghindari dosa-dosa dalam berlalu lintas. Keselamatan di dunia tidak menjamin keselamatan kita di akhirat apabila kita menjadi penyebab kerugian bagi orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....