Dampak Lingkungan Keluarga Tidak Sehat terhadap Mental
- 23 Apr 2026 21:19 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Fenomena keluarga toxic menjadi isu yang semakin banyak dibicarakan karena dampaknya yang nyata terhadap kesehatan mental individu. Idealnya, keluarga merupakan tempat paling aman untuk pulang, penuh dukungan dan kasih sayang. Namun, tidak semua keluarga mampu menghadirkan lingkungan yang sehat secara emosional.
Keluarga toxic merujuk pada pola hubungan yang dipenuhi konflik berkepanjangan, manipulasi, kurangnya empati, serta perilaku saling menyakiti, baik secara verbal maupun tindakan. Kondisi ini menciptakan suasana yang tidak nyaman dan berpotensi merusak kesejahteraan psikologis anggota keluarga, terutama anak-anak.
Senior Srikandi IKAPMII, Dewi Hartatik, dalam wawancaranya di Jaga Malam Pro 2, menegaskan bahwa dampak lingkungan keluarga toxic sangat luas dan serius. “Lingkungan keluarga yang tidak sehat dapat memengaruhi perkembangan mental seseorang sejak dini,” ujarnya.
Dampak tersebut dapat berupa rendahnya rasa percaya diri, kesulitan membangun hubungan sosial, hingga trauma emosional yang terbawa hingga dewasa. Individu yang tumbuh dalam kondisi ini sering merasa tidak didengar, tidak dihargai, atau terus-menerus disalahkan.
Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat memicu siklus negatif yang berulang. “Korban dari keluarga toxic berpotensi menjadi pelaku di masa depan jika tidak ada kesadaran untuk berubah,” katanya.
Meski demikian, menyadari adanya toxic dalam keluarga dapat menjadi titik awal perubahan. Kesadaran ini mendorong individu untuk memperbaiki diri, menetapkan batasan (boundaries), serta mencari lingkungan yang lebih sehat.
“Perubahan tetap mungkin terjadi jika ada komunikasi terbuka dan kemauan dari setiap anggota keluarga,” tambah Dewi. Dengan langkah tersebut, individu tetap memiliki peluang untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan menciptakan kehidupan yang lebih sehat di masa depan. (Zal)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....