Program Sergab 2026 Perdana Digelar di Sumenep, Serapan Gabah Lampaui Target
- 16 Apr 2026 13:02 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Program Serap Gabah Petani (Sergab) tahun 2026 menjadi momentum perdana pelaksanaannya di Kabupaten Sumenep. Program nasional yang telah berjalan selama dua tahun tersebut baru mulai diterapkan di wilayah Sumenep pada tahun ini.
Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih mengatakan, pelaksanaan Sergab di Sumenep menghadapi tantangan tersendiri karena budaya petani setempat yang terbiasa menyimpan hasil panen untuk cadangan rumah tangga.
“Petani Sumenep memiliki pola pikir yang berbeda dengan petani di Jawa pada umumnya. Budaya menyimpan gabah hasil panen sudah melekat, sehingga untuk mengubah mindset tersebut membutuhkan pendekatan dan sosialisasi yang intensif,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.
| Baca juga: Mahasiswa DKV Unija Gelar SOMA Vol II |
Menurut Dewo, upaya penyuluh pertanian yang terus melakukan pendampingan akhirnya membuahkan hasil. Petani mulai memahami pentingnya menjual sebagian hasil panennya melalui program Sergab tanpa mengesampingkan ketahanan pangan rumah tangga.
Selain faktor edukasi, meningkatnya produksi gabah di Sumenep juga menjadi alasan utama dilaksanakannya program serapan gabah. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi gabah di Kabupaten Sumenep tercatat surplus sebesar 986 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Surplus gabah ini menjadi pertimbangan penting bahwa serap gabah harus dilakukan. Petani juga mulai berhitung bahwa menjual gabah merupakan langkah yang baik dan tetap bisa menjaga kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya menambahkan..
Dewo mengungkapkan, capaian Sergab di Sumenep bahkan telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Dari target serapan sebesar 600 ton gabah kering panen untuk tahun 2026, hingga masa panen pertama pihaknya telah berhasil menyerap sebanyak 666 ton.
“Ini capaian luar biasa. Target satu tahun 2026 sudah kami tuntaskan pada periode panen pertama. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah, penyuluh pertanian, BPPSDMP, dan para petani,” ucapnya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi pijakan awal untuk memperkuat tata kelola pascapanen dan mendukung ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi produksi pertanian di Kabupaten Sumenep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....