PMII Soroti Kesenjangan Doktrin dan Praktik Organisasi
- 15 Apr 2026 22:08 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Dinamika organisasi di era perubahan cepat menuntut penyesuaian antara doktrin dan praktik di lapangan. Ketidaksesuaian antara nilai ideal dan realitas kerap memunculkan jarak yang membuat doktrin hanya berhenti sebagai slogan.
Dalam kehidupan organisasi, doktrin sejatinya menjadi fondasi arah gerak dan identitas bersama. Nilai, keyakinan dan prinsip yang dibangun di dalamnya seharusnya mampu diterjemahkan dalam tindakan nyata yang kontekstual.
Namun, tidak sedikit organisasi yang terjebak pada romantisme konsep tanpa pembaruan. Kondisi ini menyebabkan doktrin kehilangan daya guna karena tidak mampu menjawab tantangan zaman.
Ketua Bidang Kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, Khairul Jazil Al Faizi, menyampaikan disrupsi organisasi menjadi tantangan nyata di tengah perubahan cepat. Perkembangan teknologi dan perubahan pola pikir generasi memaksa organisasi untuk lebih adaptif dan efisien.
“Organisasi harus mampu menafsirkan ulang doktrin agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Khairul Jazil Al Faizi, Rabu, 15 April 2026.
Ia menilai organisasi yang terlalu kaku terhadap doktrin lama cenderung sulit bertahan. Sebaliknya, organisasi yang membuka ruang inovasi memiliki peluang lebih besar untuk tetap eksis dan berkembang.
Selain itu, fenomena halusinasi ummat juga menjadi perhatian penting dalam dinamika organisasi. Diperlukan kesadaran kolektif untuk membedakan idealisme yang sehat dan ilusi, agar organisasi dan ummat mampu bergerak lebih realistis, adaptif dan berdampak nyata. (Izal)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....