Strategi Brigade Ataneh Atana' Siap Hadapi El Nino
- 13 Apr 2026 13:00 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Ancaman fenomena El Niño yang berpotensi memicu kekeringan panjang mulai diantisipasi oleh para petani. Salah satunya dilakukan oleh Brigade Pangan Ataneh Atana' Kecamatan Ambunten, yang mengedepankan strategi adaptasi cepat berbasis teknologi dan agronomi.
Manager Brigade Pangan Ataneh Atana' Dini Mardhatillah mengatakan, langkah utama yang dilakukan adalah percepatan masa tanam guna mengoptimalkan ketersediaan air sebelum puncak musim kemarau.
“Kami tidak hanya bertahan menghadapi El Nino, tetapi bagaimana bisa beradaptasi dengan cepat. Salah satu langkahnya adalah percepatan tanam agar tanaman sudah tumbuh optimal saat air masih tersedia,” ujar Dini, Senin 13 April 2026.
Ia menjelaskan, saat ini tanaman padi yang dikelola telah memasuki umur 39 hari setelah tanam, sebagai bagian dari strategi antisipatif sejak April.
Selain itu, Brigade Pangan Tani Atana juga menggunakan varietas padi berumur genjah, yakni BK01, yang memiliki masa panen lebih singkat dibanding varietas pada umumnya.
“Biasanya padi dipanen dalam waktu 100 sampai 120 hari. Namun dengan varietas BK01 ini, potensi panennya hanya sekitar 75 hari. Ini sangat membantu mengurangi risiko gagal panen saat kekeringan,” ujarnya menjelaskan.
Langkah lainnya adalah penggunaan pupuk organik yang dinilai mampu meningkatkan daya simpan air dalam tanah sekaligus memperbaiki struktur tanah.
“Pupuk organik membantu tanah menahan air lebih lama, sehingga kebutuhan air tanaman bisa lebih efisien. Selain itu, ini juga mendukung pertanian berkelanjutan,” ucapnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Brigade Pangan Ataneh Atana' optimistis mampu menghadapi dampak El Nino serta menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....