Anak Bisa Jadi Perekat Sekaligus Ujian dalam Keluarga, Kuncinya pada Kesiapan Oran
- 09 Apr 2026 21:42 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Kehadiran anak dalam keluarga kerap dianggap sebagai perekat hubungan suami istri. Tawa, tingkah polos, serta kehadiran buah hati dinilai mampu menghadirkan kebahagiaan baru dan mempererat hubungan dalam rumah tangga.
Dalam banyak kasus, anak menjadi alasan orang tua untuk bertahan, belajar lebih sabar, serta memperjuangkan keutuhan keluarga di tengah berbagai tantangan.
Namun demikian, kehadiran anak juga dapat menjadi ujian tersendiri apabila pasangan belum siap menghadapi perubahan besar dalam kehidupan rumah tangga.
Bidang Riset dan Konseling LKK PCNU Sumenep, Shofia Nur Aghustin, mengatakan tanggung jawab besar dalam mengasuh anak, perbedaan pola asuh, hingga tekanan ekonomi kerap menjadi pemicu konflik baru dalam keluarga.
“Tidak semua pasangan siap menghadapi perubahan setelah memiliki anak. Jika komunikasi dan pemahaman antar pasangan kurang baik, kehadiran anak justru bisa memperlebar jarak, bukan mendekatkan,” ujarnya, Kamis 9 April 2026.
Menurut Shofia, apakah anak menjadi perekat atau justru ujian dalam keluarga sangat bergantung pada kesiapan emosional dan kedewasaan orang tua dalam menjalankan peran sebagai ayah dan ibu.
Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat, saling pengertian, serta komitmen bersama dalam mengasuh anak agar kehadiran buah hati benar-benar menjadi anugerah yang memperkuat ikatan keluarga.
“Anak bisa menjadi cermin dari masalah yang belum terselesaikan dalam hubungan orang tua. Karena itu, fondasi rumah tangga yang sehat harus dibangun sebelum dan selama menjalani peran sebagai orang tua,” katanya.
Dengan demikian, kehadiran anak bukan sekadar pelengkap keluarga, tetapi juga momentum bagi pasangan untuk tumbuh bersama dalam kedewasaan dan tanggung jawab. (IZAL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....