Siswa SMPIT Al-Hidayah Sumenep Terpilih Jadi Fasilitator Anti Narkoba

  • 09 Apr 2026 18:46 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkotika terus digencarkan. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep menuntaskan rangkaian Pelatihan Pendidik Sebaya Anti Narkotika melalui sesi ketiga dalam program nasional ANANDA BERSINAR (Agenda Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak dan Ketahanan Bangsa), Kamis 09 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di KPRI Serba Usaha Sumenep ini menjadi momentum penting dalam membentuk karakter pelajar agar mampu mengenali, mengelola, dan mengoptimalkan potensi diri di tengah berbagai tantangan zaman. Mengusung tema “Reaching Out/Pencapaian Diri”, pelatihan diikuti oleh perwakilan siswa dari sejumlah sekolah, di antaranya SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6 Sumenep, serta SMPIT Al-Hidayah Sumenep.

Dalam pelatihan tersebut, siswa dari SMPIT Al-Hidayah Sumenep, yakni Zainal dan Nila, berhasil terpilih sebagai fasilitator anti narkoba. Keduanya dinilai memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Mereka didampingi oleh guru pembina, Nur Hidayati.

Siswa SMPIT Al Hidayah Zainal Sumenep saat persentasi .

Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dibekali keterampilan berpikir kritis, mengelola emosi, serta mengambil keputusan secara tepat di tengah tekanan lingkungan. Kemampuan ini menjadi bekal penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja.

Materi pembuka bertajuk “Aku Siap Beraksi” disampaikan oleh Franko Nanda Artanto yang menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi tantangan hidup.

“Remaja tidak boleh ragu untuk melangkah. Potensi diri hanya akan berkembang jika berani mencoba, menghadapi tantangan, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada,” ujarnya.

Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti post test yang dipandu oleh Latiful Minani sebagai bentuk evaluasi pemahaman. Evaluasi ini bertujuan mengukur kesiapan peserta dalam menerapkan ilmu yang diperoleh, baik secara teori maupun praktik dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup, Suyanto membekali peserta dengan lembar rencana aksi pengimbasan. Langkah ini diharapkan mampu memastikan bahwa ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan dapat diterapkan dan disebarluaskan di lingkungan sekolah masing-masing.

“Kami ingin peserta menjadi motor penggerak. Mereka harus mampu menularkan semangat positif dan menjadi contoh nyata dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkotika,” katanya.

Para siswa memperhatikan dengan seksama saat menerima materi dari BNNK Sumenep

Melalui pelatihan ini, BNNK Sumenep tidak hanya mencetak peserta yang memahami bahaya narkotika, tetapi juga membentuk generasi muda yang tangguh, berdaya, serta siap menjadi agen perubahan. Terpilihnya Zainal dan Nila sebagai fasilitator menjadi bukti bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam menjaga masa depan bangsa, dimulai dari keberanian untuk berkata tidak pada narkotika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....