Mitigasi Kekeringan, Penyuluh Jadi Garda Depan

  • 09 Apr 2026 16:10 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Ancaman fenomena El Nino ekstrem pada 2026 mulai diantisipasi serius oleh pemerintah, khususnya di sektor pertanian. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau panjang diperkirakan berdampak pada ketersediaan air di lahan pertanian.

Di Kabupaten Sumenep, langkah mitigasi telah dilakukan melalui identifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Upaya ini menjadi dasar dalam menentukan strategi penanganan di lapangan.

Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian wilayah kerja Sumenep, Dewo Ringgih menegaskan, pemetaan wilayah rawan menjadi langkah awal yang sangat penting.

“Proses identifikasi wilayah ini sangat penting sebagai dasar dalam menentukan langkah mitigasi yang tepat di lapangan, khususnya pada daerah yang berpotensi mengalami kekeringan,” ujarnya, Kamis 9 April 2026.

Menurutnya, wilayah yang teridentifikasi rawan kekeringan akan diprioritaskan dalam penguatan pengelolaan sumber daya air.

“Optimalisasi sumber air dilakukan dengan memanfaatkan pompa irigasi, baik dari air tanah dalam maupun dangkal, sistem irigasi perpipaan, serta pembangunan dan pemanfaatan embung sebagai konservasi air,” katanya menjelaskan..

Selain itu, penyuluh pertanian juga didorong untuk lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi perubahan iklim. Mereka diharapkan mampu memberikan solusi yang tepat sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan petani.

Dengan langkah mitigasi tersebut, diharapkan dampak kekeringan akibat El Nino bisa ditekan, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....