Serapan Gabah Sumenep Lampaui Target

  • 03 Apr 2026 14:34 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Capaian serapan gabah petani di Kabupaten Sumenep menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga Kamis 2 April kemarin, jumlah gabah kering panen yang berhasil diserap telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2026.

Data yang disampaikan dalam rapat koordinasi swasembada pangan tingkat Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa target serapan gabah petani Sumenep tahun 2026 sebesar 600 ton gabah kering panen.

Namun hingga Kamis, capaian serapan gabah tersebut telah mencapai 610,9 ton, atau melebihi target yang ditetapkan pemerintah.

Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih mengatakan, capaian tersebut menjadi indikator positif meningkatnya partisipasi petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Target awal serapan gabah petani untuk Kabupaten Sumenep pada tahun 2026 adalah 600 ton gabah kering panen. Namun hingga Kamis kemarin capaian kita sudah mencapai 610,9 ton. Artinya serapan gabah ini sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah,” ujar Dewo Ringgih, Jumat 3 April 2026.

Ia menjelaskan, angka tersebut masih berpotensi meningkat karena proses penjualan gabah petani masih terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

“Capaian 610,9 ton ini masih sangat mungkin bertambah karena beberapa hari kedepan, masih ada petani yang merencanakan menjual gabahnya ke Bulog,” ujarnya menjelaskan.

Menurutnya, keberhasilan melampaui target serapan gabah ini tidak lepas dari perubahan pola pikir petani di Kabupaten Sumenep yang mulai melihat pertanian sebagai peluang usaha.

“Kita melihat ada perubahan mindset petani. Kalau dulu hanya memproduksi untuk kebutuhan sendiri, sekarang mulai berpikir bagaimana hasil panen bisa memberikan nilai ekonomi dengan menjual gabah kepada Bulog,” ucapnya mengungkapkan.

Ia menambahkan, perubahan pola pikir tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....