Syawal Jadi Bulan Perjuangan, Umat Islam Diminta Jaga Istiqomah usai Ramadhan
- 03 Apr 2026 12:40 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, umat Islam kini memasuki bulan Syawal 1447 Hijriyah yang identik dengan momentum kemenangan dan kembali kepada fitrah.
Namun, di balik euforia Idul Fitri, bulan Syawal juga memiliki makna mendalam sebagai bulan perjuangan dalam menjaga konsistensi ibadah. Hal ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Ustad Amirul Khatib.
Menurutnya, Syawal memiliki arti peningkatan yang bersifat fluktuatif. Oleh karena itu, ibadah yang telah dilaksanakan selama Ramadhan seharusnya tetap dijaga dan bahkan ditingkatkan pada bulan Syawal.
“Syawal berarti meningkat. Artinya, setelah kita melaksanakan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan, maka di bulan Syawal ini semua ibadah tersebut hendaknya tetap terlaksana dan terpelihara dengan sebaik-baiknya,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.
Ia menegaskan, bulan Syawal merupakan momentum bagi umat Islam untuk terus berjuang dalam menjaga istiqomah beribadah kepada Allah SWT. Perjuangan tersebut mencakup upaya mempertahankan dan meningkatkan berbagai amalan kebaikan.
“Bulan Syawal harus menjadi bulan perjuangan bagi kita untuk terus istiqomah melaksanakan ibadah. Berjuang melakukan semua perbuatan baik dan berpahala di bulan ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan kualitasnya setelah Ramadhan, salah satunya adalah keimanan. Menurutnya, keimanan harus terus diperkuat sebagai cerminan diterimanya ibadah selama bulan puasa.
“Keimanan sejatinya harus selalu kita kuatkan, sehingga itu menjadi tanda bahwa ibadah kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT,” jelasnya.
Selain keimanan, peningkatan amal saleh juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Ia mengajak umat Islam untuk tetap menjaga kebiasaan baik seperti berpuasa sunnah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berdzikir.
“Berbagai amal saleh seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, berdzikir, dan ibadah lainnya hendaknya terus terpelihara dan ditingkatkan di bulan Syawal ini,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga konsistensi ibadah di luar bulan Ramadhan bukanlah hal yang mudah, sehingga dibutuhkan kesungguhan dan komitmen yang kuat.
“Kalau di bulan Ramadhan kita mudah beribadah karena suasananya mendukung, maka di bulan lain, termasuk Syawal, dibutuhkan perjuangan untuk tetap istiqomah. Tidak semua orang bisa melakukannya,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Ustad Amirul Khatib berpesan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan momentum Syawal sebagai bulan perjuangan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ibadah.
“Ramadhan adalah bulan pembelajaran, sedangkan Syawal adalah bulan perjuangan. Mari kita lanjutkan ibadah yang telah kita lakukan agar kualitas keimanan kita semakin meningkat,” terangnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....