Sineas Apresiasi Film Karya Siswa Madura, Angkat Potensi Budaya Lokal

  • 01 Apr 2026 11:19 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Karya film produksi siswa Madura mulai mendapat perhatian positif dari kalangan profesional industri kreatif. Sinematografer JV Catchlight Pictures Indonesia Muhammad Abdurrahman Agusto menilai, film yang dihasilkan para pelajar memiliki potensi besar, terutama dalam mengangkat nilai-nilai lokal.

Menurut Abdurrahman, keterlibatan siswa SMK dalam produksi film menjadi langkah awal yang baik untuk mempersiapkan mereka masuk ke dunia kerja. Meski demikian, ia menekankan bahwa proses belajar tetap harus terus dilakukan.

“Saya senang karena ini dikerjakan oleh anak-anak SMK yang diharapkan setelah lulus siap bekerja, walaupun tetap harus terus belajar,” ujarnya. Rabu 1 April 2026.

Ia juga mengapresiasi keberanian para siswa dalam mengangkat unsur lokalitas, baik dari segi tema maupun penggunaan bahasa daerah. Menurutnya, tren film dengan dialog bahasa daerah saat ini justru semakin diminati dan berpeluang diterima secara luas.

“Kalau ini terus dikembangkan dengan cerita yang lebih lokal, saya yakin bisa digaungkan ke seluruh Indonesia, bahkan seperti film daerah lain yang bisa masuk bioskop,” katanya.

Lebih lanjut, Abdurrahman menilai para siswa sebenarnya sudah memiliki kesiapan awal untuk terjun ke industri film. Namun, seperti pada umumnya, mereka perlu memulai dari jenjang awal, seperti posisi asisten, sebelum berkembang ke tahap berikutnya.

Dari sisi tema, penggunaan bahasa daerah dinilai bukan sekadar pilihan artistik, tetapi juga membawa nilai budaya yang lebih dalam, termasuk cara berinteraksi dan relasi sosial yang khas.

Ia menambahkan, potensi lokal di Madura masih sangat luas untuk dieksplorasi, seperti desa wisata keris maupun batik, yang dapat dikembangkan tidak hanya sebagai karya film, tetapi juga sebagai media promosi daerah.

Terkait peluang produksi film berdurasi panjang, Abdurrahman optimistis hal tersebut dapat diwujudkan. Apalagi, tren genre seperti horor masih diminati dan bisa menjadi pintu masuk bagi karya-karya baru dari daerah.

Sebagai pesan kepada generasi muda, ia mendorong agar para pelaku kreatif tidak membatasi diri. Ia menyarankan untuk aktif mengikuti festival film dan forum komunitas guna memperluas jaringan.

“Industri film Indonesia saat ini berkembang cukup baik, terutama film independen. Jadi jangan jadi katak dalam tempurung, perbanyak relasi dan pengalaman,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....