'Bengko Tanian Lanjeng' Kian Pudar Tergerus Modernisasi
- 29 Mar 2026 20:47 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep — Bengko tanian lanjeng sebagai warisan arsitektur tradisional khas Madura kini semakin jarang ditemui di tengah masyarakat. Pola hunian yang sarat nilai budaya dan kekerabatan ini perlahan tergeser oleh pembangunan rumah modern yang dinilai lebih praktis.
Tanian lanjeng merupakan konsep permukiman yang tersusun memanjang dan biasanya dihuni satu keluarga besar dalam satu garis keturunan. Setiap rumah menghadap halaman bersama yang menjadi pusat aktivitas sosial.
Halaman tersebut dimanfaatkan untuk berkumpul, berdiskusi, hingga pelaksanaan tradisi adat. Pola ini mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Madura.
Namun, pola hunian ini mulai ditinggalkan, terutama oleh generasi muda. Mereka cenderung memilih rumah dengan desain minimalis dan terpisah.
Perubahan ini dipengaruhi keterbatasan lahan dan kebutuhan privasi. Selain itu, gaya hidup modern dan biaya perawatan bangunan tradisional turut menjadi faktor.
Tokoh masyarakat setempat, Saleman, menyebut bengko tanian lanjeng bukan sekadar bentuk rumah. “Dulu, satu keluarga besar tinggal berdekatan, sehingga komunikasi dan gotong royong sangat terjaga,” ujarnya.
Ia menilai perubahan pola hunian berdampak pada berkurangnya interaksi sosial dalam keluarga besar. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan pudarnya nilai kebersamaan.
Sejumlah pemerhati budaya berharap adanya upaya pelestarian melalui edukasi dan dukungan pemerintah daerah. Langkah ini dinilai penting agar nilai tanian lanjeng tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Jika tidak dijaga, bengko tanian lanjeng dikhawatirkan hanya menjadi cerita masa lalu. Warisan budaya ini berpotensi dikenal sebatas dalam buku dan kenangan masyarakat Madu
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....