Pemkab Sumenep Dorong Festival Ketupat Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

  • 26 Mar 2026 14:15 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya mengoptimalkan potensi budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui penyelenggaraan Festival Ketupat 2026 yang diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, menyampaikan bahwa Festival Ketupat bukan sekadar perayaan rutin pasca Idulfitri, melainkan memiliki makna yang lebih luas, baik dari sisi budaya, sosial, maupun ekonomi.

Menurutnya, tradisi lebaran ketupat mencerminkan nilai kebersamaan, rasa syukur, serta menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus dijaga dan dikembangkan di tengah dinamika masyarakat modern.

“Festival ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang, Kamis 26 Maret 2026.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik minat wisatawan, baik dari dalam daerah maupun luar daerah. Hal ini mengingat Kabupaten Sumenep memiliki kekayaan budaya yang beragam dan masih terjaga keasliannya hingga saat ini.

Untuk itu, pemerintah daerah mendorong agar Festival Ketupat dikemas secara lebih inovatif dan kreatif, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat.

Selain sebagai ajang promosi wisata, festival ini juga berfungsi sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda. Dengan demikian, mereka diharapkan tetap mengenal dan mencintai tradisi daerahnya di tengah perkembangan zaman.

Ferdiansyah juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan budaya. Mulai dari pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, hingga generasi muda diharapkan dapat berperan aktif.

“Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, Festival Ketupat dapat meningkatkan daya saing pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi berbasis budaya di Sumenep,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....