Sekolah di Sumenep Tetap Tatap Muka, Belum Ada Edaran Resmi Pembelajaran Daring

  • 26 Mar 2026 13:54 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah wilayah Sumenep dipastikan tetap berlangsung secara tatap muka, meski sebelumnya sempat muncul wacana pembelajaran daring sebagai bagian dari upaya penghematan energi.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Rusly, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada surat edaran resmi terkait kebijakan pembelajaran daring maupun work from anywhere (WFA) untuk sekolah.

Menurutnya, sebelumnya sempat ada usulan alternatif dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terkait pelaksanaan pembelajaran daring satu hari dalam sepekan. Skema tersebut dirancang sebagai bagian dari kebijakan efisiensi energi yang diwacanakan pemerintah pusat.

“Alternatifnya sempat ada, yakni satu hari pembelajaran dilakukan secara daring dari rumah. Namun itu masih sebatas usulan dan belum menjadi keputusan resmi,” ujarnya. Kamis 26 Maret 2026.

Rusly menambahkan, belakangan beredar informasi bahwa rencana pembelajaran daring tersebut dibatalkan. Namun, ia menegaskan bahwa informasi tersebut belum disertai dengan surat resmi dari pemerintah, sehingga belum bisa dijadikan dasar kebijakan.

“Informasi yang beredar memang menyebutkan pembelajaran daring dibatalkan, tetapi itu bukan edaran resmi. Jadi kami tetap berpedoman pada aturan yang ada,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap dilaksanakan secara luring atau tatap muka seperti biasa. Sekolah juga diminta untuk tetap menjalankan aktivitas pembelajaran secara optimal.

Sementara itu, untuk kebijakan WFA di lingkungan kerja, Rusly menyebut saat ini masih diberlakukan sistem kombinasi, yakni 50 persen bekerja dari kantor (WFO) dan 50 persen bekerja dari lokasi lain (WFA). Kebijakan ini bersifat sementara sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah provinsi.

Ia juga mengungkapkan bahwa satu-satunya edaran resmi yang telah diterima saat ini berkaitan dengan larangan penggunaan kendaraan dinas selama masa libur dan cuti bersama Lebaran.

Ke depan, pihak Cabang Dinas Pendidikan akan menyesuaikan seluruh kebijakan dengan arahan resmi dari pemerintah provinsi. Rusly pun berharap sekolah tetap fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, baik dari sisi akademik maupun non-akademik.

“Kami berharap kegiatan pembelajaran tetap berjalan maksimal, termasuk penguatan karakter siswa dan pengembangan inovasi di sekolah,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....