Gulirkan Program Ternak Ayam, Wali Murid Wajib Setor Anakan Tiap Enam Bulan

  • 24 Mar 2026 23:18 WIB
  •  Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Fathimah International Elementary School (FIES) Sumenep meluncurkan program pemberdayaan ekonomi berbasis ternak ayam bagi wali murid. Hal ini sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mendukung pembelajaran siswa.

Ketua Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan, Hilmy Gauzan, mengatakan program tersebut merupakan langkah awal dalam menciptakan ekosistem ekonomi berbasis sekolah yang berkelanjutan. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, program ini tidak hanya membantu perekonomian keluarga siswa, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan sekolah.

“Ini langkah awal. Jika dikelola dengan baik, bukan hanya membantu ekonomi keluarga siswa, tapi juga bisa mendukung pengembangan sekolah ke depan,” kata Hilmy, Selasa (24/3/2026).

Penasehat Komite FIES Sumenep, Abrari menjelaskan setiap wali murid mendapatkan bantuan modal sebesar Rp. 600 ribu untuk memulai usaha ternak ayam di rumah. Dana tersebut digunakan untuk membeli satu ekor ayam jantan dan tiga ekor ayam betina sebagai bibit awal.

Sebagai bentuk komitmen, pihak sekolah dan wali murid juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan program tersebut. Kerja sama ini berlaku selama siswa masih menempuh pendidikan di FIES Sumenep. “Kerjasama ini berlaku selama menjadi siswa FIES Sumenep. Jadi jika masih kelas 1, maka kerjasama ini bisa berlangsung hingga lima tahun ke depan,” ucap Abrari.

Sementara itu, Principal FIES Sumenep, Rate Saftinindias Dwi Kumala mengatakan bahwa program ini juga menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Dalam skema yang diterapkan, setiap wali murid diwajibkan menyetorkan satu ekor anakan ayam kepada pihak sekolah setiap enam bulan sekali.

“Setiap wali murid akan memelihara ayam di rumah. Kemudian, setiap enam bulan sekali, mereka berkewajiban menyerahkan satu anak ayam kepada pihak sekolah,” ucapnya.

Anakan ayam yang terkumpul nantinya akan dikelola sekolah dalam program lanjutan berbasis edukasi atau edufarm yang melibatkan siswa secara langsung. “Kami berharap program ini selain menambah penghasilan keluarga, juga menjadi sarana edukasi kewirausahaan yang aplikatif bagi siswa melalui konsep edufarm,” katanya mengakhiri. (Ref)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....