Musik Patrol Sahur Sumenep: Kemeriahan Malam Minggu Terakhir Penuhi Kota Keris
- 15 Mar 2026 15:05 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Gema suara musik tong-tong yang penuh semangat kembali menggema di malam hari di Kabupaten Sumenep, Madura, pada malam Minggu terakhir tgl 14 maret 2026 bulan Ramadan tahun ini. Kegiatan Patrol Sahur On The Road yang digelar oleh Paguyuban Musik Tong-Tong Sumenep (Patots) menjadi sorotan utama, memadukan tradisi budaya dengan sentuhan kreatif modern. Rombongan musik patrol bergerak keliling jalan utama kota, mulai dari kawasan perempatan Pelar Pandian hingga titik akhir di Perempatan Odheng, menghibur sekaligus membangunkan warga untuk menyantap sahur.
Alat musik yang digunakan dalam patrol sahur ini merupakan kombinasi alat tradisional khas Madura, seperti kentungan kayu, drum, gamelan, gendang, hingga terompet. Beberapa grup bahkan memadukan alat musik modern dengan nuansa tradisional, menghasilkan irama yang rancak dan menarik. Sebelum memulai perjalanan keliling kota, setiap grup diberikan kesempatan untuk menampilkan performa terbaik mereka di titik start, menjadi ajang untuk menunjukkan kekhasan aransemen musik dan sinkronisasi antar pemain.
Yang membuat acara tahun ini lebih menarik adalah adanya sistem penilaian inovatif yang melibatkan partisipasi netizen. Panitia bekerja sama dengan media lokal Maduraindepth untuk mengunggah video penampilan setiap grup di akun TikTok resmi. Grup terbaik ditentukan berdasarkan jumlah like terbanyak, yang membuat setiap peserta semakin bersemangat untuk menampilkan kreativitas dan totalitas performa mereka. Hal ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi musik patrol kepada khalayak yang lebih luas melalui dunia digital.
Menurut Khairul anwar Koordinator Patrol Sahur tahun ini, kegiatan ini tidak hanya sekadar hiburan, melainkan juga memiliki makna mendalam sebagai upaya pelestarian budaya dan silaturahmi antar komunitas. "Musik patrol adalah warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Sumenep. Dengan sentuhan inovasi seperti penilaian melalui media sosial, kami berharap tradisi ini tetap lestari dan semakin dicintai oleh generasi muda," ujarnya. Kemeriahan malam Minggu terakhir ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal dapat tetap hidup dan berkembang seiring dengan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....