Penyalahgunaan Narkoba Mulai Meningkat di Kalangan Pelajar Sumenep

  • 10 Mar 2026 15:38 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep mencatat adanya kecenderungan peningkatan penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda dan pelajar.

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Sumenep, Suyanto, S.E., M.A.P, mengatakan secara nasional prevalensi penyalahgunaan narkoba mengalami kenaikan dari 1,73 persen menjadi 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa. Kondisi tersebut juga berdampak pada sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sumenep.

“Untuk Sumenep sendiri terdapat peningkatan kasus penyalahgunaan, terutama di kalangan anak muda atau pelajar,” kata Suyanto dalam dialog Sumenep Menyapa, Selasa 10 Maret 2026.

Ia menjelaskan, jenis narkotika yang paling sering ditemukan di Sumenep antara lain sabu-sabu. Selain itu, terdapat pula kasus penyalahgunaan obat-obatan yang sebenarnya legal namun digunakan tidak sesuai aturan medis.

“Obat tersebut sebenarnya legal jika digunakan dengan resep dan pengawasan dokter, tetapi sering disalahgunakan oleh anak-anak muda,” ujarnya.

Dalam upaya penanganan, BNNK Sumenep lebih menekankan pendekatan pencegahan dan rehabilitasi bagi pengguna. Sejumlah lembaga pendidikan di Sumenep, menurut Suyanto, juga telah melakukan rehabilitasi terhadap pelajar yang terindikasi sebagai pengguna.

Selain itu, BNNK Sumenep secara rutin melakukan deteksi dini melalui tes urine di lingkungan sekolah serta memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada pelajar, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

“Kami rutin datang ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi dan melakukan deteksi dini, termasuk melalui tes urine,” ucapnya.

BNNK Sumenep juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti pembentukan relawan anti narkoba, program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), serta pembentukan pelajar teman sebaya yang berperan mengedukasi rekan-rekannya mengenai bahaya narkotika.

Menurut Suyanto, peredaran narkoba tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Karena itu, pihaknya mendorong keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan dalam upaya pencegahan.

Ia juga mengingatkan peran penting keluarga sebagai benteng pertama dalam melindungi anak dari pengaruh narkoba.

“Orang tua harus lebih waspada dan membangun komunikasi yang baik dengan anak. Jika ada anggota keluarga yang terindikasi menggunakan narkoba, segera laporkan agar dapat direhabilitasi,” katanya.

Suyanto menegaskan bahwa layanan rehabilitasi bagi pengguna narkoba dapat diakses masyarakat secara gratis melalui BNNK Sumenep.

“Jangan takut untuk melapor. Kami siap membantu melakukan pendampingan dan rehabilitasi agar pengguna bisa pulih dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....