Pernikahan Anak di Sumenep Masih Tinggi, Budaya Menjadi Salah Satu Penyebabnya

  • 28 Feb 2026 00:24 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Sepanjang tahun 2025, Pengadilan Agama Kabupaten Sumenep mencatat ratusan perkara dispensasi nikah yang diajukan pasangan di bawah umur. Permohonan tersebut diajukan untuk memperoleh izin resmi sebelum melangsungkan pernikahan.

Ketua Pengadilan Agama Sumenep, Moh. Jatim, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan perkara yang tercatat secara administratif di lembaganya. Namun demikian, ia menduga masih ada praktik pernikahan usia anak yang tidak melalui proses pengajuan resmi.

“Data yang kami sampaikan ini adalah yang mengajukan dispensasi secara resmi ke pengadilan. Bisa jadi di lapangan masih ada yang belum tercatat,” ujarnya. Jum'at 27 Februari 2026.

Menurut Jatim, tingginya angka dispensasi nikah dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah budaya yang masih berkembang di masyarakat, termasuk kebiasaan orang tua menjodohkan anak sejak usia muda.

“Tradisi tompangan atau perjodohan masih terjadi. Ini menjadi salah satu alasan orang tua mengajukan dispensasi nikah bagi anaknya,” katanya.

Selain faktor budaya, kondisi ekonomi keluarga juga berperan besar. Keterbatasan biaya pendidikan membuat sebagian orang tua memilih menikahkan anaknya dibanding melanjutkan sekolah.

“Faktor kemiskinan cukup dominan. Ada orang tua yang merasa tidak mampu membiayai pendidikan anaknya, sehingga jalan yang diambil adalah menikahkan lebih awal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pernikahan di usia yang belum matang kerap menimbulkan persoalan dalam rumah tangga. “Banyak perkara perceraian yang kami tangani dipicu masalah ekonomi dan ketidaksiapan mental. Karena itu, kami mendorong agar menikah di usia yang cukup dan matang,” tegas Jatim.

Pihaknya juga mengimbau orang tua untuk mempertimbangkan masa depan anak sebelum memutuskan pernikahan dini.

“Jangan sampai keputusan menikahkan anak justru berdampak pada tingginya angka perceraian. Kesiapan mental, usia, dan ekonomi harus benar-benar diperhatikan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....