Disertasi Angkat Peran Citra Destinasi Meningkatkan Daya Saing Wisata Madura

  • 26 Feb 2026 23:15 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Potensi pariwisata di kawasan Madura Raya disebut memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing dengan destinasi lain di Indonesia. Namun demikian, pengembangannya dinilai perlu didukung strategi promosi yang terintegrasi serta tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan secara konsisten. Hal tersebut disampaikan Raden Khaeru Ahmadi melalui proposal disertasinya yang berjudul “Citra Destinasi sebagai Mediasi Pengaruh Local Wisdom, Social Media Marketing, dan Daya Tarik terhadap Minat Berkunjung Wisatawan ke Destinasi Wisata di Madura Raya.”

Khaeru mengungkapkan, penelitian yang ia lakukan berangkat dari kebutuhan membangun citra destinasi yang kuat di tengah ketatnya persaingan industri pariwisata, terutama pada era digital saat ini. Menurutnya, potensi kearifan lokal, promosi berbasis media sosial, serta daya tarik wisata tidak akan berdampak signifikan apabila belum mampu membentuk kesan positif di benak calon pengunjung.

“Citra destinasi memiliki peran penting. Tanpa persepsi yang baik dari wisatawan, berbagai potensi yang dimiliki daerah tidak akan memberikan hasil maksimal,” ujarnya kepada Media Center Diskominfo Sumenep, Kamis 26 Februari 2026.

Ia menjelaskan, riset tersebut menganalisis pengaruh tiga faktor utama, yakni kearifan lokal, strategi pemasaran melalui media sosial, dan daya tarik wisata terhadap minat berkunjung. Selain itu, penelitian ini juga menguji posisi citra destinasi sebagai variabel perantara yang menghubungkan ketiga faktor tersebut dengan keputusan wisatawan untuk datang.

Menurut Khaeru, pola perilaku wisatawan saat ini telah berubah. Selain mempertimbangkan kondisi fisik destinasi, mereka juga banyak dipengaruhi oleh informasi dan pengalaman digital sebelum melakukan perjalanan. Media sosial menjadi salah satu referensi dominan dalam menentukan pilihan lokasi wisata.

“Promosi digital harus mampu merepresentasikan identitas daerah secara autentik. Jika pesan yang disampaikan selaras dengan kearifan lokal, maka citra positif destinasi akan terbentuk dengan sendirinya,” katanya.

Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur di bidang manajemen pemasaran, khususnya pemasaran pariwisata. Model yang dikembangkan menghubungkan unsur kearifan lokal, promosi digital, daya tarik wisata, citra destinasi, serta minat berkunjung dalam satu kerangka konseptual yang komprehensif.

Sementara dari sisi praktis, hasil penelitian tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola destinasi, pelaku usaha pariwisata, dan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan promosi yang lebih efektif. Penguatan pemasaran digital, peningkatan sarana dan prasarana, serta pelestarian kearifan lokal dinilai sebagai langkah strategis dalam memajukan sektor wisata Madura Raya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya yang berada di luar wilayah Madura Raya, untuk turut berkontribusi dengan mengisi kuesioner penelitian. Seluruh data yang terkumpul dipastikan hanya digunakan untuk kepentingan akademik dan dijaga kerahasiaannya. “Partisipasi masyarakat akan sangat membantu dalam merumuskan strategi pengembangan wisata Madura Raya yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....