Ubaidillah Juara 1 Nasional Musabaqah Qira’atis Syi’ir
- 18 Feb 2026 20:39 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Annuqayah, Ubaidillah, meraih Juara 1 Musabaqah Qira’atis Syi’ir tingkat nasional dalam ajang MUTSABARAH (Musabaqah Tarwiyah Bashirah) yang digelar di Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus dan masyarakat Sumenep.
Kompetisi tingkat nasional itu diikuti 30 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Dalam cabang Qira’atis Syi’ir—lomba membaca puisi berbahasa Arab—Ubaidillah tampil memukau dengan pembawaan yang penuh penghayatan dan teknik yang matang.
“Kalau percaya diri, tentu ada. Tapi melihat peserta lain yang bagus-bagus, saya sempat merasa minder. Namun saya tetap berusaha menampilkan yang terbaik,” ujar Ubaidillah, Rabu, 18 Februari 2026.
Ia mengaku, kemenangan tersebut bukan hasil persiapan instan. Pengalaman mengikuti berbagai lomba selama kurang lebih empat tahun menjadi bekal berharga dalam membangun mental dan teknik penampilan.
“Persiapannya bukan hanya untuk lomba kemarin, tapi sudah saya bangun sejak satu sampai dua tahun sebelumnya. Dari beberapa kali kalah, saya jadikan itu sebagai evaluasi,” katanya.
Menurut Ubaidillah, tantangan terbesar saat tampil di tingkat nasional adalah faktor mental. Ia menyiasatinya dengan fokus pada dewan juri agar tetap tenang dan percaya diri saat membacakan puisi.
“Cara saya menghilangkan grogi adalah dengan menatap juri. Dengan begitu saya merasa lebih lega dan lebih yakin saat membaca,” ungkapnya.
Pada ajang tersebut, panitia menyediakan beberapa judul puisi untuk dipilih peserta. Ubaidillah memilih puisi bertema kerinduan kepada ibu, yang sarat makna emosional. Ia menilai puisi memiliki kekuatan menyentuh hati dibandingkan bentuk penyampaian lainnya.
“Puisi itu langsung mengena ke hati. Maknanya bisa membawa perasaan pendengar, apalagi kalau penghayatan dan gesturnya sesuai,” jelasnya.
Ke depan, Ubaidillah menargetkan dapat melangkah ke ajang internasional. Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak mudah menyerah ketika gagal dalam perlombaan.
“Kalau belum juara, jadikan itu bahan evaluasi. Pelajari bagaimana penilaian juri, perbaiki intonasi dan gestur. Yang penting tetap semangat,” tuturnya.
Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkompetisi dan mengharumkan nama institusi di tingkat yang lebih tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....