Cerita Peserta JKN Segmen PBI-JK Terima Pengobatan Rutin
- 18 Feb 2026 15:38 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk peserta segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Kabupaten Pamekasan. Salah satunya adalah Merica Roballi, seorang pekerja swasta yang telah menjadi peserta JKN kurang lebih selama 10 tahun dan merasakan langsung manfaat perlindungan kesehatan dari program tersebut.
Merica mengungkapkan bahwa pertama kali merasakan manfaat JKN saat harus menjalani pengobatan penyakit asma yang dideritanya. Penyakit tersebut merupakan faktor keturunan dari neneknya sehingga ia harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk menjaga kondisinya tetap stabil.
“Saya punya asma karena turunan dari nenek. Sejak jadi peserta JKN, saya rutin periksa dan sangat terbantu,” ujar Merica saat wawancara pada Kamis, 12 Februari 2026.
Merica menambahkan, orang tuanya juga pernah memanfaatkan JKN saat menjalani pengobatan diabetes. Menurutnya, kehadiran JKN memberikan rasa tenang bagi keluarganya karena biaya pelayanan kesehatan dapat ditanggung tanpa harus memikirkan beban biaya yang besar.
“Orang tua saya juga pakai JKN waktu sakit diabetes. Semuanya biayanya dijamin dari pemeriksaan hingga obat-obatan, Jadi kami benar-benar merasakan manfaatnya sebagai satu keluarga,” katanya.
Dalam perjalanannya sebagai peserta, Merica mengalami kendala, status kepesertaannya nonaktif saat hendak meminta rujukan di puskesmas. Kondisi tersebut membuatnya khawatir karena ia membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyakit asmanya tetap terkontrol.
“Waktu mau minta rujukan, ternyata status saya nonaktif. Saya sempat bingung dan takut tidak bisa berobat,” ujarnya.
Petugas puskesmas kemudian mengarahkan Merica untuk melakukan konfirmasi ke Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan dengan membawa sejumlah persyaratan, seperti surat keterangan tidak mampu, kartu keluarga, dan surat keterangan membutuhkan pengobatan dari puskesmas. Merica pun mengikuti prosedur tersebut agar kepesertaannya dapat diaktifkan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
“Setelah saya urus ke Dinas Sosial dan lengkapi berkasnya, Alhamdulillah status saya aktif lagi dan bisa mengakses kesehatan tanpa ada kendala. Prosesnya cukup mudah,” ucapnya.
Kini, Merica kembali rutin kontrol setiap tiga bulan sekali di puskesmas untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil. Merica mengaku seluruh biaya pemeriksaan hingga obat-obatan ditanggung oleh Program JKN tanpa dikenakan biaya tambahan sedikit pun.
“Semua ditanggung, dari periksa sampai obat. Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu harus keluar biaya berapa untuk berobat rutin seperti ini,” katanya.
Di akhir wawancara, Merica berharap Program JKN tetap ada dan semakin baik dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Dengan adanya JKN tidak khawatir kendala biaya.
“Program JKN ini sangat membantu kami untuk berobat tanpa terkendala biaya. Semoga berkelanjutan, terus berinovasi dan semakin baik ke depannya,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....