Waspada Virus Nipah: Kenali Bahaya dan Cara Mencegahnya
- 08 Feb 2026 16:35 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Virus Nipah merupakan penyakit menular yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan dampak serius pada kesehatan manusia. Virus ini termasuk zoonosis, artinya dapat berpindah dari hewan ke manusia. Sejak pertama kali dikenali pada akhir 1990-an di Asia Tenggara, Nipah menjadi perhatian dunia karena tingkat kematiannya tergolong tinggi.
Sumber alami virus Nipah diketahui berasal dari kelelawar pemakan buah. Hewan ini dapat membawa virus tanpa terlihat sakit. Penularan ke manusia bisa terjadi saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi air liur atau kotoran kelelawar, misalnya buah yang tidak dicuci bersih atau nira yang dibiarkan terbuka.
Selain dari hewan, penularan juga dapat terjadi antar manusia. Kontak dekat dengan penderita, terutama melalui cairan tubuh dan droplet pernapasan, meningkatkan risiko penularan. Karena itu, anggota keluarga dan tenaga kesehatan termasuk kelompok yang perlu ekstra waspada saat merawat pasien.
Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Sovia Nuri SP.PD saat berdialog di Indonesia Sehat RRI pada Jumat 6 Februari 2026, gejala infeksi Nipah sering dimulai seperti penyakit umum, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Pada sebagian kasus, kondisi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan dan radang otak. "Jika sudah menyerang otak, penderita bisa mengalami kebingungan, kejang, penurunan kesadaran, bahkan koma" ujarnya.
Salah satu tantangan terbesar dari virus Nipah adalah belum adanya obat antivirus khusus yang benar-benar menyembuhkan. Penanganan medis saat ini berfokus pada perawatan suportif, seperti menjaga pernapasan, cairan tubuh, dan fungsi organ. Deteksi dini dan penanganan cepat sangat berpengaruh pada peluang keselamatan pasien.
Langkah pencegahan menjadi kunci utama. Masyarakat dianjurkan mencuci buah sebelum dikonsumsi, menghindari makanan atau minuman yang terbuka di area banyak kelelawar, serta menjaga kebersihan tangan. Saat terjadi wabah, penggunaan masker dan pembatasan kontak dengan orang sakit juga penting.
Edukasi publik mengenai virus Nipah membantu masyarakat lebih siap dan tidak panik. Dengan memahami cara penularan dan pencegahannya, risiko penyebaran dapat ditekan. Kewaspadaan, kebersihan, dan respon cepat terhadap gejala menjadi perlindungan awal bagi diri sendiri dan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....