​STAI Tarate Siapkan Beasiswa Kader NU

  • 07 Feb 2026 16:39 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum Tarate Pandian, Kabupaten Sumenep, membuka akses pendidikan tinggi bagi kader muda Nahdlatul Ulama (NU) dengan menyiapkan 100 beasiswa Program Sarjana (S1) khusus bagi generasi NU se-Kabupaten Sumenep.

Program beasiswa tersebut diumumkan bersamaan dengan Rapat Terbuka Senat Wisuda VII STAI Miftahul Ulum yang digelar di Bupatie Hall Sumenep, Jumat, 7 Februari 2026. Beasiswa diserahkan secara simbolis Ketua STAI Miftahul Ulum Mohammad Sholeh, kepada Pengurus Cabang NU (PCNU) Sumenepp yang diwakili Wakil Sekretaris PCNU Abdul Hadi.

Wisuda VII STAI Miftahul Ulum mengangkat tema Meneguhkan Peran Cendekiawan Muslim sebagai Pilar Peradaban Dunia. Tema ini menegaskan urgensi peran intelektual Muslim dalam merespons persoalan global dengan pendekatan ilmiah yang berpijak pada moral dan spiritualitas.

Ketua STAI Miftahul Ulum Mohammad Sholeh menyatakan, kebijakan itu lahir dari kesadaran kampus pesantren akan pentingnya regenerasi NU melalui jalur pendidikan tinggi. Menurutnya, kader muda NU perlu dibekali keilmuan yang kuat agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman dan kebangsaan.

“Penguatan kader tidak cukup dengan militansi organisasi. Harus dibarengi dengan kapasitas intelektual dan karakter yang matang," kata Sholeh.

Ia menegaskan, STAI Miftahul Ulum memosisikan diri bukan sekadar sebagai lembaga akademik, melainkan ruang strategis kaderisasi NU berbasis keilmuan dan nilai pesantren.

"Beasiswa ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi kader NU untuk melanjutkan studi sarjana," imbuhnya.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah STAI Miftahul Ulum dalam mengembangkan pendidikan tinggi berbasis nilai keislaman.

"Model pendidikan seperti ini relevan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas sekaligus berakhlak," ucap Fauzi.

Sementara itu, dalam orasi ilmiah, Prof. Dr. Hj. Sriwarjiati, M.H., menyoroti tantangan dunia pendidikan di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan integritas moral dan keteguhan spiritual.

"Tanpa fondasi nilai kemanusiaan, teknologi berpotensi menciptakan krisis baru,"

Melalui program beasiswa dan orientasi pendidikan yang berkarakter, STAI Miftahul Ulum berharap melahirkan cendekiawan Muslim yang kritis, berempati, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial serta penguatan NU di tingkat akar rumput.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....