Pendidikan sebagai Perjalanan Membebaskan dan Memberdayakan Kepulauan

  • 03 Feb 2026 23:42 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep -Pendidikan kini tidak lagi dipandang sebatas aktivitas belajar di ruang kelas, melainkan sebagai sebuah perjalanan panjang yang membentuk pola pikir, karakter, dan arah hidup seseorang. Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi bertema “Ketika Pendidikan Menjadi Perjalanan” bersama dua pemuda asal Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, yakni Zainul Fukron dan Raldi Aminurrahman, Kader HIMPASS Angkatan 25.

Keduanya berbagi pengalaman mengenai realitas pendidikan di wilayah kepulauan, khususnya tantangan yang dihadapi saat melanjutkan studi ke perguruan tinggi di daratan Madura.

Zainul Fukron, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura, menuturkan bahwa pendidikan merupakan alat penyadaran diri. Menurutnya, pendidikan memberi pegangan untuk melangkah menuju masa depan secara lebih terarah dan matang.

“Ijazah dan nilai bukan tujuan akhir pendidikan. Yang terpenting adalah proses membangun cara berpikir yang kritis dan visioner,” ujar Zainul.

Sementara itu, Raldi Aminurrahman, mahasiswa Universitas PGRI Sumenep (UPI Sumenep) yang sebelumnya bernama STKIP, memaknai pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. Ia menilai pendidikan tidak dimaksudkan untuk meninggikan diri, melainkan untuk memperluas perspektif, meningkatkan kualitas diri, serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Keduanya sepakat bahwa tantangan terbesar dalam perjalanan pendidikan masyarakat kepulauan adalah keterbatasan finansial. Mayoritas warga di wilayah Sapeken dan Tanjung Kiaok berprofesi sebagai nelayan dengan persentase sekitar 80 persen, sementara 20 persen lainnya bekerja di sektor pertanian. Kondisi tersebut membuat banyak lulusan SMA memilih bekerja dibandingkan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Meski demikian, Zainul menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk terus bermimpi. Ia menilai tekad, kesungguhan, serta kemauan berusaha—termasuk berwirausaha kecil-kecilan sambil kuliah—dapat menjadi solusi.

Raldi menambahkan bahwa membangun relasi juga menjadi bekal penting dalam perjalanan pendidikan, karena dapat membuka lebih banyak peluang di masa depan.

Dalam perspektif pendidikan sebagai perjalanan, keduanya menekankan bahwa gelar sarjana bukanlah tujuan akhir, melainkan tahapan pembentukan diri. Zainul menyoroti pentingnya memilih jurusan yang relevan dengan kondisi lingkungan dan peluang kerja, sedangkan Raldi melihat pendidikan sebagai proses menjadi pribadi yang lebih baik, bukan sekadar pencapaian akademik.

Sebagai pesan bagi generasi muda, Zainul menyampaikan bahwa pendidikan merupakan alat pembebasan, baik dari keterbatasan cara berpikir maupun ketergantungan ekonomi. Raldi pun mengajak para pelajar agar tidak mudah goyah oleh pandangan negatif orang lain, tetap bersungguh-sungguh dalam belajar, dan meyakini bahwa setiap perjuangan dalam pendidikan akan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....