Tradisi pelet betdheng masih digunakan masyarakat Madura

  • 02 Feb 2026 18:24 WIB
  •  Sumenep

Pelet Betdheng, Tradisi Tujuh Bulan Masyarakat Madura Lestari

RRI.CO.ID, Sumenep _ Masyarakat Madura hingga kini masih melestarikan tradisi pelet betdheng, sebuah ritual do’a bersama bagi ibu hamil yang memasuki usia tujuh bulan kandungan. Tradisi ini sarat makna, dipanjatkan sebagai ikhtiar memohon keselamatan bagi sang ibu serta kelancaran proses persalinan, sekaligus harapan agar anak yang lahir kelak menjadi pribadi yang saleh atau salehah.

Tradisi pelet betdheng kali ini diselenggarakan di rumah pasangan Ruspandi dan Fatimah, Warga Desa Tanah Merah, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep pada Selasa sore, 3 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Suasana kekeluargaan terasa kental ketika warga sekitar berdatangan, duduk bersama, dan larut dalam do’a yang dipanjatkan secara khidmat.

Salah satu tokoh masyarakat Tanah Merah, Ustadz Pahres, menjelaskan bahwa pelet betdheng bukan sekadar ritual adat semata. Menurutnya, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. “Pelet betdheng mengajarkan kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur kepada Tuhan,” ujarnya.

Rangkaian utama dalam prosesi pelet betdheng meliputi pijat perut oleh dukun bayi, pembacaan selawat qiyam, serta siraman air kembang. Sejumlah perlengkapan turut disiapkan, seperti kain putih, air kembang, gayung dari batok kelapa, telur mentah, ayam, serta aneka makanan tradisional khas Madura, di antaranya kue procut, ketan kuning, dan jubada.

Salah seorang warga setempat, Nor Kalis, menuturkan bahwa di tengah pengaruh modernisasi, sebagian masyarakat Madura tetap melaksanakan tradisi pelet betdheng dengan beberapa penyesuaian. “Meski dilaksanakan secara sederhana, esensi doa dan kebersamaan tetap dipertahankan. Pelestarian tradisi ini penting untuk menjaga identitas budaya Madura,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan RRI.co.id, di tengah perkembangan zaman, pelet betdheng masih dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari identitas budaya Madura. Tradisi ini dinilai memiliki nilai-nilai luhur yang tetap relevan hingga kini, terutama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....