Pramuka Sumenep Dorong Literasi Evakuasi Kebencanaan bagi Masyarakat

  • 02 Feb 2026 15:50 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Koordinator Bidang Kajian Kepramukaan Dewan Kerja Cabang (DKC) Sumenep, Moh. Sukron, menilai pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terkait evakuasi kebencanaan masih perlu ditingkatkan. Rendahnya literasi kebencanaan dinilai kerap memicu kepanikan dan keraguan bertindak saat bencana terjadi.

Hal tersebut disampaikan Moh. Sukron dalam dialog edukatif Pro2 RRI Sumenep yang membahas kesiapsiagaan bencana. Ia menegaskan bahwa evakuasi kebencanaan bukan semata tanggung jawab petugas, melainkan membutuhkan kesadaran dan kesiapan setiap individu.

"Kalau melihat kondisi sekarang, terutama anak muda, masih banyak yang belum benar-benar memahami apa itu evakuasi kebencanaan. Mereka cepat mengakses media sosial, tetapi masih lambat dalam memahami langkah-langkah evakuasi," ujar Sukron, Senin 2 Februari 2026.

Menurutnya, prinsip paling utama saat bencana adalah menyelamatkan diri sendiri sebelum membantu orang lain. Hal tersebut penting agar proses evakuasi tidak justru menambah jumlah korban.

"Pertolongan pertama itu kepada diri sendiri. Amankan diri kita dulu, setelah aman baru bisa menolong orang lain. Jangan panik, karena kepanikan justru membuat situasi semakin berbahaya," tegasnya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Banyak warga yang belum mengenali jalur evakuasi, potensi risiko di tempat tinggal, serta tindakan awal yang harus dilakukan ketika bencana datang.

"Bencana memang tidak bisa dihindari, tetapi risikonya bisa dikurangi. Caranya dengan mengenali risiko di sekitar kita, mengetahui jalur evakuasi, dan bersikap sigap," jelas dia.

Berbekal pengalamannya sebagai anggota Pramuka yang terlibat langsung dalam kegiatan evakuasi, Sukron menyebut ketenangan sebagai kunci utama dalam situasi darurat. Ia mendorong masyarakat untuk membiasakan diri mengikuti simulasi dan latihan kebencanaan agar tidak panik saat menghadapi kondisi nyata.

Selain itu, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan media sosial secara positif sebagai sarana edukasi kebencanaan. Melalui peningkatan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan sejak dini, Sukron berharap masyarakat Sumenep dapat lebih tanggap, tenang, dan sigap dalam menghadapi potensi bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

"Satu konten edukasi yang kita simpan hari ini bisa menjadi penolong hidup kita di kemudian hari. Media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan, termasuk tentang kebencanaan," kata Sukron.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....