Lurus Bertauhid dengan Tawakkal
- 02 Feb 2026 09:46 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep _ Disaat kita mengikrarkan diri dengan kalimat tauhid “laa ila ha illallah” tiada Tuhan yang wajib kita sembah kecuali Allah SWT, maka terdapat beberapa hal sebagai implikasinya. Bahwa kita telah mengakui dan meyakini serta menanamkan dengan sungguh-sungguh dalam hati dan jiwa kita, tiada yang patut dan wajib kita sembah kecuali Allah saja. Selain itu, kita juga meyakini dan mengimani bahwa sesungguhnya yang mencipta, mengatur seluruh semesta ini hanyalah Allah SWT. Sehingga dengan demikian, semua yang terjadi dan akan terjadi tidak luput dari kemampuan dan kehendak Allah SWT.
Dari keyakinan semacam itu, orang yang bertauhid dengan benar maka otomatis akan memasrahkan dirinya, menyerahkan seluruh urusannya dan segala yang akan terjadi hanya kepada Allah SWT. Memasrahkan atau mewakilkan segala urusan yang terjadi dan akan terjadi, itulah yang disebut dengan tawakkal. Hakikat bertawakkal adalah menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah SWT saja.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ustad Ahmad Said Samsuri, Kasi PAIS Kantor Kemenag Sumenep. Menurutnya, ketika kita bertauhid dengan ikrar dan ketauhidan yang benar kepada Allah SWT, maka tawakkal merupakan turunannya. Jika “laa ila ha illallah” hukumnya adalah wajib, maka tawakkal pun juga demikian. Bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Allah lah yang mengatur segalanya. Dalam Al Qur’an disebutkan “Dan hanya kepada Allah lah semata, hendaklah orang-orang Mukmin itu bertawakkal”. Saat kita mengaku beriman kepada Allah SWT, maka otomatis kita bertawakkalnya hanya pada Allah bukan yang lain.
“Oleh karena itu ketika kita sudah memasrahkan segala urusan kepada Allah SWT, kita juga diperintah untuk memaksimalkan seluruh kemampuan dan kompetensi dalam diri untuk mencapai tujuan yang diharapkan, baik itu urusan duniawi, urusan ibadah maupun akhirat. Maka kita diperintahkan untuk melakukan ikhtiar maksimal sambil berpasrah dan menyerahkan segala hasilnya pada Allah SWT”, kata Ustad Said Samsuri.
Bagaimana cara memaknai tauhid untuk meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT, dikatakan oleh Ustad Said Samsuri maknailah dengan sebenar-benar tauhid hanya kepada Allah. Yakni penghambaan kita hanyalah pada Allah SWT tidak untuk yang lain. Ketika kita mengembalikan segala urusan hanya pada Allah SWT, itulah hakikat pemaknaan tauhid yang benar. Hal itu pula yang nantinya akan semakin meningkatkan keimanan kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....